Pemaparan Master Plan dalam Mendukung Pengembangan Wisata Desa Banjarejo

Riza, salah satu tim II KKN Undip Desa Banjarejo menyampaikan materi Master Plan Desa Wisata Banjarejo kepada warga setempat pada (16/8) di Balai Desa Banjarejo, Jawa Tengah. (Dok.Istimewa)

Banjarejo,Grobogan–Salah satu program multidisiplin ilmu yang dijalankan oleh mahasiswa Tim II KKN Undip 2018 yang ditempatkan di Desa Banjarejo adalah perencanaan pembangunan atau master plan pariwisata desa untuk jangka waktu 5 tahun kedepan. Program yang dilaksanakan pada Kamis (16/8) lalu bertujuan untuk memberitahukan seberapa besar potensi desa Banjarejo bisa dikembangkan menjadi desa wisata yang lebih menghasilkan profit dan menambah minat banyak pengunjung. Pertemuan yang diselenggarakan di Balai Desa Banjarejo tersebut dihadiri sebanyak 40 orang yang berasal dari Kelompok Sadar Wisata, Komunitas Fosil, dan Perangkat Desa.

Master plan pariwisata Desa Banjarejo dilakukan berdasarkan analisis SWOT (Strength, Weakness, Opportunities, Threats) yang terdapat di Desa Wisata Banjarejo untuk melihat kelebihan dan kekurangan yang dimiliki desa tersebut. “Saat ini perkembangan yang terjadi di Desa Wisata Banjarejo sudah cukup baik, hanya saja diperlukan kegiatan-kegiatan pariwisata yang melibatkan warga Desa Banjarejo untuk menambah minat pengunjung,” ucap Riza, pembicara dalam pemaparan materi potensi wisata.

Desa Banjarejo sendiri pada dasarnya baru saja ditetapkan sebagai desa wisata pada 2016 lalu oleh Bupati Grobogan, Sri Sumarni. Tema pariwisata yang mereka tonjolkan adalah educational tourism atau pariwisata edukasi, sebab basisnya desa tersebut dipenuhi dengan temuan fosil-fosil binatang purbakala, benda-benda prasejarah dan situs-situs sejarah lainnya. Namun sayangnya mahasiswa Tim II KKN Undip melihat edukasi yang diberikan justru kurang optimal karena sumber daya manusia yang masih kurang.

“Mungkin untuk hal-hal seputar pengetahuan fosil-fosil yang ditemukan, sejarah dan sebagainya bisa diatasi dengan pengadaan pelatihan atau pertemuan rutin yang membahas tentang hal-hal tersebut. Sehingga temen-temen yang merasa tidak punya pengetahuan yang cukup dengan hal ini bisa lebih paham kedepannya dan tema pariwisata edukasi itu tidak luntur,” jelas Riza.

Tak hanya master plan, pertemuan tersebut juga membahas seputar public speaking sebagai rangkaian dari pengoptimalan kualitas sumber daya manusia desa Banjarejo. Materi ini merupakan permintaan langsung dari Kepala Desa Banjarejo, Achmad Taufik dengan tujuan warga desa yang diundang dalam pertemuan tersebut bisa lebih berani dalam melayani dan berinteraksi dengan pengunjung.

“Kenapa saya meminta ini kepada mba-mba KKN karena saya ingin jenengan-jenengan ini pada berani gitu ketika berhadapan dengan pengunjung, pede lah istilahnya. Karena seperti yang pernah saya bilang, ini seperti seleksi alam. Siapa yang kuat bertahan dan mampu beradaptasi, dia lah yang akan menjadi teman saya untuk membangun desa wisata ini,” ungkap Taufik pada akhir sesi pertemuan.

Indah Syahiddah F. (Oseanografi ) dan Ulfa Mawaddah A. (Ilmu Komunikasi)

Mahasiswa Tim II KKN Undip 2018