Pemanfaatan Pekarangan Rumah Warga Desa dengan Penerapan Akuaponik

Proses pembuatan kolam terpal budidaya ikan lele sistem akuaponik di salah satu pekarangan rumah warga Desa Srikandang, Kec. Bangsri, Kab Jepara pada Jumat (17/08).(Dok.Istimewa)

Penerapan ilmu perkuliahan di lapangan dapat dilakukan dengan berbagai cara melaui Kuliah Kerja Nyata (KKN). Melihat potensi yang dimiliki oleh Desa Srikandang, Jepara, Tim II KKN Undip 2018 Desa Srikandang, Kecamatan Bangsri, Kabupaten Jepara memberikan edukasi berupa sosialisasi dan penerapan langsung budidaya lele dengan sistem akuaponik. Penerapan sistem akuaponik terhadap budidaya lele ini dilakukan dengan memanfaatkan pekarangan rumah.

Selain hasil panen ikan lele, nantinya akan didapatkan pula panen berupa tanaman sawi melalui sistem akuaponik ini. Penerapan sistem akuaponik merupakan kombinasi antara akuakultur dengan hidroponik yang memenjalankan sistem budidaya dengan mengkombinasikan antara pemeliharaan tanaman dengan budidaya ikan.

Dengan penerapan sistem akuaponik dalam budidaya ikan lele ini, tidak membutuhkan lokasi lahan yang luas, cukup dengan memanfaatkan pekarangan rumah warga. “Dengan akuaponik dapat memaksimalkan pekarangan rumah masyarakat Desa Srikandang untuk menghasilkan tanaman organik dan ikan. Selain sehat, juga bisa diperjualbelikan untuk menambah penghasilan warga Desa Srikandang sendiri,” jelas Pratiwi Afriani, salah satu Tim KKN Undip dari program studi Ilmu Kelautan.

Lebih lanjut, Kadek Delia, mahasiswi FPIK Undip program studi Akuakultur menjelaskan kelebihan lain akuaponik yang bersifat ramah lingkungan. “Biasanya, kalau budidaya biasa yang diterapkan air limbah budidaya langsung dibuang ke lingkungan, sehingga bisa mencemari lingkungan. Apalgi kalau digunakan untuk MCK warga. Dengan sistem akuaponik, air budidaya dimanfaatkan untuk pertumbuhan tanaman dan di filtrasi untuk media budidaya kembali,” ungkapnya.

Warga desa yang sebagian besar bermata pencaharian sebagai petani juga merasa diuntungkan karena mendapatkan manfaat lain dari budidaya ikan lele dengan memanfaatkan pekarangan rumahnya. “Senang, Mbak. Jadi lebih ngerti ternyata budidaya lele bisa sederhana ndak  butuh banyak tempat. Airnya juga bisa dipakai lagi, ndak boros,” jelas Rukani, warga Desa Srikandang yang mengikuti sejak awal prose penerapan akuaponik di pekarangan rumahnya.

Melaui edukasi pada warga mengenai sistem akuaponik ini, diharapkan dapat meningkatkan pemanfaatan potensi desa lokasi KKN Undip dan mengurangi dampak pencemaran lingkungan. Salah satu solusi untuk mencukupi kebutuhan energi dan protein masyarakat Desa Srikandang, TIM II KKN Universitas Diponegoro 2018 Desa Srikandang melakukan program budidaya akuaponik.

Maulida Dwi Africhati

Mahasiwa KKN Undip Tim II 2018

Fakultas Sains dan Matematika