Panlih Tetapkan Peraturan Calon Senator Universitas

dok pribadi

Ketua Panitia Pemilihan (Panlih) Wildan Abdul Jabar memberikan sambutan dalam sosialisasi Pemira hari pertama di Student Center (9/11). (Dok. Pribadi)

 

ManunggalCybernews—Tahun ini sistem keanggotaan senat menganut prinsip keterwakilan, bukan proposionalitas seperti tahun lalu. Sebagaimana halnya yang tercantum dalam SK Panitia Pemilihan (Panlih) No. 15/SK-PANLIH UNIVERSITAS DIPONEGORO/XI/2015 tentang tata cara penetapan kursi senator. Peraturan tersebut menyebutkan bahwa pemilihan anggota senator dilakukan dengan cara perwakilan, dengan jumlah 2 orang dari Senat Mahasiswa Fakultas (SMF) dan 1 orang perwakilan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang telah diverifikasi.

Idealnya, calon senator mahasiswa tingkat universitas dipilih dahulu di fakultas baru kemudian dipilih di universitas.  “Namun, hal ini akan menimbulkan politik dua kaki dengan ranah yang berbeda,” ungkap Ketua Komisi IV SM Universitas Sulistyo Nugroho saat ditemui Manunggal (11/11) di Student Center. Sehingga keanggotaan SM Universitas 2016 diperuntukkan bagi SMF yang telah menjabat dalam periode sebelumnya di fakultas.

Tyo menyebutkan SMF yang masa jabatanya telah berakhir tahun ini otomatis diberikan kursi senat lagi di SMF untuk tahun 2016, akan tetapi posisinya hanya sebagai anggota. Hal ini untuk memenuhi peraturan rektor yang mewajibakan SM Universitas adalah pengurus SMF.

Tidak ada kursi pasti untuk SM Universitas perwakilan UKM. Tyo menjelaskan, jika semua UKM menghendaki dan mengajukan anggotanya sebagai senator dan terverifikasi, maka jumlah SM Universitas perwakilan UKM adalah sejumlah UKM yang ada.

Tahun ini SM Universitas menghendaki Pemilihan Umum Fakultas (Pemiltas) dan Pemilihan Umum Raya (Pemira) dilaksanakan beriringan. Beberapa fakultas berkemungkinan melakukan hal tersebut, kecuali FEB yang telah melaksanakan Pemiltas terlebih dulu (11/11). Hal tersebut hanya berupa imbauan karena SM Universitas tidak mempunyai intervensi kepada fakultas. (Kiki/Manunggal)