Omitor, Solusi Atasi Krisis Air

Air merupakan sumber kehidupan makhluk hidup, terutama manusia. Manusia bisa bertahan hidup tanpa makan, tapi tidak bisa bertahan hidup tanpa minum. Namun pada kenyataannya, saat ini air bersih sulit ditemukan di beberapa daerah akibat kekeringan yang melanda. Indonesia sekarang ini sedang mengalami banyak kekeringan di beberapa wilayah. Kekeringan di Indonesia memiliki  dampak yang cukup besar terhadap keberlangsungan hidup manusia yang ada di daerah tersebut.

Semakin hari, semakin banyak wilayah di Indonesia yang mengalami kekurangan air bersih. Manfaat air bersih dalam berbagai bidang kehidupan sangatlah penting. Padahal di negara maritim seperti Indonesia, tidak seharusnya masih mengalami kekeringan. Selama ini memang banyak cara untuk mengatasi masalah ini, seperti mengubah air banjir menjadi air bersih, mengubah air yang tercemar menjadi air bersih dan lainnya. Namun, dilihat dari sumber air yang ada, perlu banyak diubah karena masih terdapat kelemahan yaitu sumber air tidak konstan sehingga diperlukan teknologi untuk mendapatkan air bersih melalui sumber yang besar dan stabil.

Oleh karena itu, lima mahasiswa yang berasal dari Jurusan Fisika dan Teknik Mesin, yaitu  Giga Verian Pratama (Fisika), Suwastika Wijayanti (Fisika), Shabrina Hayu Adhani (Fisika), Tri Dian Dhaneswara (Teknik Mesin), dan Rahmat Juliansyah (Teknik Mesin) merancang Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Karsa Cipta dan berinovasi dengan menciptakan ‘Omitor’ (Ocean Windmill Desalinator).                Omitor adalah suatu alat yang dapat mengubah air laut menjadi air bersih, melihat banyaknya perairan yang dimiliki Indonesia, sekaligus untuk mengatasi kurangnya air bersih di beberapa daerah. Selain itu,Omitor ini dirancang dengan memanfaatkan potensi Indonesia sebagai negara maritim dan memanfaatkan tenaga angin sebagai tenaga penggerak.                Tujuan dirakitnya Omitor ialah sebagai alat yang mengubah air laut menjadi air bersih siap pakai, sebagai sumber air yang stabil, serta mengurangi sumber air tanah yang ikut berdampak pada penurunan lapisan tanah di Indonesia.

Kelebihan dari Omitor antara lain, menggunakan cahaya matahari sebagai pemanas, lalu angin sebagai penggerak pompa dan untuk desalinasi menggunakan metode evaporasi. Metode desalinasi air laut tidak hanya mendapatkan air bersih, tetapi juga dapat memanfaatkan endapan garam yang berguna bagi masyarakat.

Langkah awal untuk melakukan desalinasi yaitu air laut dipompa terlebih dahulu, lalu dibawa menuju tangki menggunakan pompa bertenaga kincir angin. Kemudian, air laut yang telah masuk ke dalam tangki berbahan Stainless Steel dipanaskan di bawah sinar matahari. Perlahan, air laut dalam tangki akan menguap dan uap air tersebut akan menempel pada atap Omitor. Uap air yang menempel pada atap, secara perlahan akan turun karena atap Omitor dibuat miring, dan mengalir menuju penampungan. Setelah itu, air dalam tangki telah terevoporasi sempurna sehingga endapan garam yang tersisa pada dasar tangki dapat diangkat. Dengan menggunakan Omitor, tingkat salinitas air laut yang sebelumnya 24/ml dapat turun menjadi 0,2/ml (Sumber: BPIK Semarang).  Hal ini membuktikan bahwa Omitor dapat menurunkan salinitas air laut sehingga alat ini dapat ikut berkontribusi untuk mengatasi masalah krisis air bersih. Dengan begitu, seluruh kalangan masyarakat dapat menimati air bersih secara gratis.

Setelah Omitor layak konsumsi, tim PKM-KC Omitor akan melakukan survey pendapat masyarakat dari berbagai kalangan tentang Omitor. Kalau dirasa sudah memenuhi kualitas dan kelayakan konsumsi, maka Omitor siap untuk diperkenalkan kepada masyarakat sehingga dapat segera membantu permasalahan krisis air bersih.


Oleh :

Giga Verian Pratama

Mahasiswa Jurusan Fisika


Kanal Citizen Journalism ini merupakan media mahasiswa. Setiap berita/opini di kanal ini menjadi tanggung jawab penulis.