Oma Yom Tage, Konstruksi Bangunan Tahan Gempa

 

Tim PKM-M Oma Yom Tage berfoto setelah mengikuti Monev Dikti di Gedung Widya Puraya Undip, Kamis (18/6). (Dok. Pribadi)

Tim PKM-M Oma Yom Tage berfoto setelah mengikuti Monev Dikti di Gedung Widya Puraya Undip, Kamis (18/6). (Dok. Pribadi)

ManunggalCybernewsPantai Selatan pulau Jawa merupakan lokasi yang sering dilanda gempa. Hal ini dikarenakan, secara geografis, daerah di Pantai Selatan merupakan dataran tebing dan memiliki batuan yang kuat. Dampak yang diakibatkan oleh gempa bumi tidak hanya menelan korban jiwa, namun juga menimbulkan kerusakan yang sangat serius terhadap konstruksi bangunan yang ada.

Oleh karena itu, Tim Program Kreativitas Mahasiswa Pengabdian Masyarakat (PKM-M) dari Jurusan Teknik Sipil beranggotakan Ema Hidayati, Ryan Camara, Zaenal Khafidho, Budicahya Krismanuel dan Muhammad Azhar Ariefkha, mencetuskan Omah Awet Yo Omah Tahan Gempa (Oma Yom Tage) di desa Padukuhan, Karangtengah, sebagai inovasi penanganan kerusakan bangunan pasca gempa.

Oma Yom Tage mengusung tipe minimalis dengan interior modern. Keunggulan dari bentuk bangunan ini adalah kapasitas ruangan yang lebih banyak, luas rumah yang dapat disesuaikan oleh pengguna dan pengerjaannya yang mudah. Rumah ini berbeda dengan konsep rumah tahan gempa pada umumnya di Jogjakarta yang biasanya sempit, pengap, dan desain yang kurang menarik.

Muhammad Azhar Ariefkha, ketua tim Oma Yom Tage mengatakan, pembuatan PKM ini sempat terkendala sulitnya memberikan pengarahan dan mengubah mindset penduduk desa tentang pentingnya membangun konstruksi bangunan yang tahan gempa. Karena masyarakat desa pada umumnya tidak memiliki antisipasi apabila terjadi gempa.

Setelah berhasil melalui beberapa tahapan hingga lolos ke ajang Pimnas 28, Azhar pun berharap agar PKM-M yang mereka buat akan tetap berkelanjutan. “Untuk kedepannya, semoga program ini tidak putus sampai di sini dan dapat diterapkan di setiap pembangunan rumah atau gedung di seluruh Indonesia,” ujar Azhar. (Fajrin/Manunggal)