Ojo Lali Aku, Ajang untuk Mengingat Budaya Indonesia

Penari dari UKM Kesenian Jawa membawakan Tari Semarangan dalam acara Ojo Lali Aku di FISIP, Rabu (30/9). (Dok. Istimewa)

Penari dari UKM Kesenian Jawa membawakan Tari Semarangan dalam acara Ojo Lali Aku di FISIP, Rabu (30/9). (Dok. Istimewa)

ManunggalCybernews—Budaya dari negara barat tak bisa ditampik pengaruhnya pada bangsa ini. Pergeseran adat dan istiadat sudah mulai terlihat. Sebagian masyarakat Indonesia mulai meninggalkan nilai ketimuran dan terbawa arus modernitas. Kehadiran budaya barat jika semakin dibiarkan akan menggeser kedudukan budaya Indonesia.

Menyaksikan fenomena itu, sekelompok mahasiswa Program Studi D3 Hubungan Masyarakat Undip tergugah untuk mengadakan acara yang bertujuan mengingatkan kembali para mahasiswa tentang budaya yang dimiliki Indonesia.

Bertempat di Kantin Kewirausahaan FISIP Undip, kelompok tersebut menggelar acara berjudul Ojo Lali Aku, Selasa (29/9). Nama acara yang diambil dari bahasa Jawa itu mempunyai arti “Jangan Lupakan Aku”. Acara ini menggandeng komunitas sejarah Lopen Semarang dan UKM Kesenian Jawa Undip. UKM Kesenian Jawa Undip membawakan tarian Semarangan. Sedangkan, komunitas sejarah Lopen memasang papan informasi seputar sejarah kota Semarang.

Tujuan acara adalah agar para generasi muda mau melestarikan kebudayaan bangsa Indonesia. Ketua Panitia, Kyky Nirwana mengaku miris ketika melihat generasi muda sekarang lebih memilih pergi ke diskotik daripada menyenangi pementasan tari daerah.

“Di sini kami tidak muluk-muluk dalam berkeinginan. Kami mengajak mahasiswa di kampus ini untuk kembali mencintai kesenian daerah dimulai dari skala terkecil dan terdekat dahulu yakni seni Kota Semarang,” ujarnya. Diharapkan, kebosanan yang selama ini melanda para generasi muda saat diminta mendatangi pertunjukan budaya bangsa akan sirna. (Shela/Manunggal)