Nonton Dredahing Mataram Bareng Rektor

Adegan kedua Dredahing Mataram menunjukkan Pakubumi II yang diperankan oleh Danang Teguh Mardwianto dikelilingi oleh 12 penari, di Gedung Ki Narto Sabdo, TBRS, Jumat (13/11).  (Haqqi/Manunggal)

Adegan kedua Dredahing Mataram menunjukkan Pakubumi II yang diperankan oleh Danang Teguh Mardwianto dikelilingi oleh 12 penari, di Gedung Ki Narto Sabdo, TBRS, Jumat (13/11). (Haqqi/Manunggal)

ManunggalCybernews – Gedung Ki Narto Sabdo, Taman Budaya Raden Saleh dipenuhi oleh lebih dari 300 orang pengunjung yang ingin menyaksikan Sendratari Seni bertajuk “Dredahing Mataram” yang digelar oleh UKM Kesenian Jawa Undip, Jumat (13/11) dimulai pada malam hari sekitar pukul 20.00 waktu setempat.

Pimpinan Produksi “Dredahing Mataram” Sigit Purnomo mengatakan Dredahing Mataram sesuai dengan kondisi pemerintahan kita yang sekarang sehingga ia bersama rekan Kesenian Jawa memilih tema tersebut meski ia sedikit menyesalkan rendahnya minat mahasiswa sekarang terhadap kesenian yang berbau tradisional .

“Kita berharap mahasiswa banyak yang sadar bahwa dari sejarah sekitar kita, banyak sekali yang bisa diambil maknanya untuk sekarang ini,” ucap Sigit Purnomo.

Dedrahing Mataram menceritakan pecahnya Kerajaan Mataram akibat ulah Belanda. Berawal dari kerja sama Sultan Pakubuwono II dengan VOC dalam hal perdagangan, Kerajaan Mataram semakin sering dihadapi oleh banyak masalah akibat ulah Belanda yang semakin ikut campur dalam hal kekuasaan. Hingga akhirnya, permasalahan tersebut berakhir pada pecahnya Kerajaan Mataram menjadi Kesultanan Surakarta dan Kesultanan Yogyakarta.

Nonton bareng rektor

Adapun, Rektor Undip Prof.Yos Johan Utama menghadiri acara tersebut dari awal hingga selesai acara sekitar pukul 22.00 waktu setempat.

Dalam sambutannya, Prof Yos berkisah tentang Taman Budaya Raden Saleh (TBRS) yang banyak menjadi kenangan ketika dia masih kecil. Saat itu, dia banyak berkenalan dengan tokoh-tokoh seni dan sering diajak untuk tampil di sana.

Prof Yos mengaku dirinya berasal dari keluarga yang berbakat menari tradisional. Dia pun banyak belajar menari dari rekan-rekan Sobokarti di SD Sompok.

Acara Sendratari Seni “Dredahing Mataram” ini diadakan sebagai acara besar UKM Kesenian Jawa yang bertajuk PRESISI 2015. Acara ini menampilkan 23 penari, 12 penyanyi, bekerja sama dengan Paduan Suaran Mahasiswa (PSM) Gita Bahana Arisatya dan UKM Margaluyu Cikalong . (Haqqi / Manunggal)