Nasionalisasi Minerba, Pemerintah dinilai Kurang Mendukung

Perwakilan PT Freeport Indonesia, Arlan Suruan menjawab pertanyaan dari mahasiswa Jurusah Hubungan Internasional dalam diskusi yang digelar BEM Undip, Sabtu (12/12) di SC Undip, Tembalang. (Irzal/Manunggal)

Perwakilan PT Freeport Indonesia, Arlan Suruan menjawab pertanyaan dari mahasiswa Jurusah Hubungan Internasional dalam diskusi yang digelar BEM Undip, Sabtu (12/12) di SC Undip, Tembalang. (Irzal/Manunggal)

ManunggalCybernews –PT Freeport Indonesia menilai pemerintah kurang mendukung adanya nasionalisasi perusahaan-perusahaan minyak dan batu bara (minerba), salah satunya PT Freeport Indonesia yang masa kontraknya tersisa enam bulan lagi.

Dalam diskusi yang diadakan BEM Undip pada Sabtu (12/12) lalu, perwakilan PT Freeport Indonesia, Arlan Suruan mengatakan masyarakat Papua sangat mengharapkan adanya nasionalisasi perusahaan-perusahaan minerba. Namun, harapan tersebut belum terjawab oleh pemerintah.

“Sayangnya, kita yang turut berjuang dari dalam perusahaan untuk nasionalisasi sendiri kurang didukung dan diimbangi oleh usaha-usaha pemerintah mempersiapkan nasionalisasi tersebut. Ironisnya, kami malah di cap sebagai antek-antek asing yang bekerja untuk orang luar,” ujar Arlan Suruan.

PT Freeport Indonesia sendiri, kata Arlan, menggunakan teknologi-teknologi pertambangan nomor satu dunia, tetapi kurang bisa diimbangi oleh pemerintah untuk saat ini. Menurutnya, perlu adanya dukungan dari berbagai pihak untuk mewujudkan nasionalisasi minerba tersebut, salah satunya mahasiswa.

“Mereka (mahasiswa,red) bisa ikut mendorong suatu kebijakan dan mengawal pemerintah mempersiapkan teknologi hingga sumber daya manusianya ke ranah minerba,” katanya.

Rizki Haerul Imam, perwakilan BEM Undip menyampaikan urgensi dari nasionalisasi industri minerba termasuk PT Freeport Indonesia yang dalam enam tahun lagi kontraknya akan habis. Melalui diskusi ini, pihaknya berharap agar mahasiswa mempunyai gambaran situasi sebenarnya dan dapat berargumen perihal nasionalisasi minerba tersebut.

Acara yang dihadiri mahasiswa dari berbagai jurusan ini, mendatangkan empat perwakilan dari Departemen Humas PT FI. Berfasilitaskan sederhana, hanya dengan pengeras suara, diskusipun berjalan dengan lancar sejak pukul 08.00 WIB hingga 12.00 WIB. (Irzal/Manunggal)