Nasi Boranan Santapan Khas Lamongan

Nasi boranan merupakan santapan khas bulan Ramadhan dari Kota Lamongan, baik untuk sahur maupun berbuka. (Nina/Manunggal)

ManunggalCybernews—Kuliner Indonesia memang selalu menggoda, terlebih menu unik untuk berbuka puasa. Salah satunya adalah nasi boranan, tak lain makanan tradisional yang khas dari kota Lamongan, Jawa Timur. Masyarakat sekitar menyebutnya sego boranan. Kuliner tersebut tidak ada di kota lain karena hanya dijual di dalam kota Lamongan. Kata boranan sendiri, berasal dari tempat nasi yang terbuat dari anyaman bambu atau dalam bahasa jawa disebut boran atau bakul.

Nasi boranan memiliki lauk pauk yang bervariasi, mulai dari daging ayam, udang, bandeng dan jenis ikan lainnya juga.  Lauk pauk tersebut semakin nikmat tatkala ditemani rempeyek, sejenis kerupuk yang terbuat dari adonan tepung yang sudah dibumbui. Nasi boran dibuat dengan bumbu rempah-rempah yang khas sehingga menghasilkan rasa yang nikmat.

Adapun bagian yang khas dan selalu ada dalam nasi boran yaitu empuk dan pletuk. Empuk berbentuk bulat terbuat dari tepung terigu yang sudah dibumbui, sedangkan  pletuk terbuat dari nasi yang dikeringkan atau kacang. Masyarakat sekitar menyebutnya pletuk karena jika memakan mempunyai bunyi pletuk pletuk dan menciptakan cita rasa gurih di lidah.

Nasi boran biasanya disajikan atau dijajakan di lesehan-lesehan dekat pasar dan pusat kota Kabupaten Lamongan. Di bulan Ramadhan, nasi boranan adalah menu makanan yang selalu diburu oleh masyarakat sekitar. Karena rasanya sambalnya yang segar dan lauk yang bervariasi, kuliner tersebut cocok untuk disantap saat sahur maupun berbuka puasa.

Jika Anda berminat untuk mencobanya, jangan lupa mampir sejenak kuliner khas kota Lamongan tersebut. Karena sambal segar dengan bumbu yang khas akan menjadikan lidah Anda terasa ketagihan. (Nina/Manunggal)