Mulai Pendidikan Karakter Sejak Dini melalui Public Speaking

(Dok.Istimewa)

Secara umum Public Speaking dapat diartikan sebagai berbicara di depan umum. Keberanian berbicara di depan umum ini bisa dibilang sulit bagi sebagian orang, apalagi bagi anak-anak. Untuk itu, akan menjadi sangat penting apabila pelatihan public speaking diberikan sedini mungkin. Terlebih, saat ini pemerintah tengah menggencarkan pendidikan karakter pada kurikulum terbarunya. Salah satu nilai karakter berupa kepercayaan diri bisa didapatkan melalui berbicara di depan umum.

Berangkat dari hal di atas maka salah satu anggota Tim II KKN Undip 2018 Desa Sastrodirjan, Pekalongan berinisiasi membuat program monodisiplin berupa kelas Public Speaking untuk anak-anak SD. Objek sasaran dari program ini adalah anak-anak SD dari kelas 4 hingga kelas 6 SD. Kegiatan ini berlangsung selama 2 hari pada tanggal 23 dan 24 Juli 2018 di dua SD berbeda yakni SDN 01 Sastrodirjan dan SDN 02 Sastrodirjan.

Selain sesuai dengan ilmu dari jurusan kuliahnya yakni Komunikasi, Iga Tikah selaku penginisiasi program menjalankan program ini dengan alasan belum adanya pengaplikasian pendidikan karakter di SD setempat.  Seperti yang dijeaskan sebelumnya, pendidikan karakter beberapa tahun terakhir tengah menjadi sorotan pemerintah, akan tetapi hal-hal yang menunjang terwujudnya pendidikan karakter tersebut masih belum berjalan. Untuk itu, perlu adanya pengaplikasian pendidikan karakter pada anak-anak sesuai 18 nilai pendidikan karakter yang diterbitkan Diknas.

Program ini dilaksanakan dengan metode penyampaian materi pembelajaran public speaking dan praktik di kelas. Penyampaian materi dalam kelas public speaking diawali dengan menunjukan video penjelasan tentang pentingnya public speaking. Kegiatan dilanjutkan dengan pemutaran video cerita rakyat. Setelah video selesai diputar, beberapa siswa ditunjuk untuk menceritakan kembali isi video tersebut sebagai bentuk dari praktik public speaking. Cerita rakyat dipilih karena di dalamnya terdapat nilai-nilai moral yang sejalan dengan pendidikan karakter. Antusiasme siswa terlihat dengan banyaknya siswa yang aktif berani bertanya dan percaya diri maju di depan kelas untuk praktik public speaking.

Secara garis besar, kegiatan ini bertujuan untuk menerapkan nilai pendidikan karakter dan keberanian anak-anak berbicara serta menyampaikan pendapat di depan umum. Tak hanya itu, dari program ini diharapkan mampu mewujudkan nilai pendidikan karakter berupa kepercayaan diri melalui public speaking, sekaligus mempelajari nilai-nilai moral melalui video cerita rakyat yang telah ditampilkan.

Iga Tikah Rilanti

Mahasiswa Jurusan Komunikasi

Fakultas FISIP