Mengenal Lebih Jauh tentang Buddhis dan Panahan sebagai BSO Undip

(Dok. Istimewa)

(Dok. Istimewa)

ManunggalCybernews—Badan semi otonom (BSO) menjadi langkah awal organisasi mahasiswa (ormawa) sebelum mengukuhkan diri sebagai unit kegiatan mahasiswa (UKM). Saat ini, Keluarga Mahasiswa Buddhis dan Diponegoro Archery Club (DAC) merupakan dua BSO yang resmi Undip.

Terbentuknya Buddhis berawal dari beberapa mahasiswa yang mempunyai keinginan untuk membentuk suatu wadah sebagai penampung aspirasi dan pemersatu antar mahasiswa penganut agama Budha di Undip. Organisasi yang fokus pada kegiatan kerohanian ini memiliki beberapa kegiatan, di antaranya belajar pendidikan agama Budha, puja bakti, studi banding, dan anjangsana. Selain melaksanakan kegiatan tersebut, Buddhis juga aktif membantu antara sesama organisasi pemeluk agama Budha di daerah Semarang.

Ketua Keluarga Mahasiswa Buddhis, Handre Diono mengatakan, ke depannya Buddhis ingin mengadakan acara Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) yang dikemas dalam kegiatan Malam Keakraban (Makrab).

Berbeda dengan Keluarga Mahasiswa Buddhis, DAC atau Panahan bermula dari konsolidasi dan koalisi dilakukan dengan Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) pada tahun 2014. DAC dibentuk untuk mewadahi minat dan bakat mahasiswa di bidang olahraga panahan. Meskipun demikian, tujuan DAC tidak hanya untuk mencetak atlet yang berprestasi, melainkan juga sebagai character building, menanamkan jiwa kepemimpinan, kewirausahaan, dan edukasi dalam berbagai aspek.

“Ibarat kawah candradimuka. Jadi (ketika) masuk Panahan tahu manfaatnya, terbentuk organisasinya, dan unggul prestasinya,” ujar Kiki Aprilianti, Ketua DAC.

Status sebagai BSO mengindikasikan bahwa organisasi tersebut masih berada di bawah naungan BEM Undip. Setiap kegiatan akan diawasi dan dipantau sebagai bahan evaluasi dan pertimbangan untuk naik ke jenjang UKM. “Ormawa yang berstatus BSO harus tetap aktif dalam kegiatan agar status BSO yang telah didapatkan tidak ditarik kembali,” ujar Handre. (Jazaak/Manunggal)