Menanti Tenggelamnya Kelurahan Kaligawe

3 (1)

ManunggalCybernews – Banjir dan rob merupakan bencana yang sering terjadi di wilayah Semarang dan masih menjadi ancaman bagi warga kota Semarang. Kondisi tersebut diperparah dengan adanya penurunan muka tanah  seperti yang terjadi di daerah Kaligawe, bagian Timur Semarang, Jawa Tengah.

Kepala desa Kaligawe, Bapak Parno mengatakan, penurunan permukaan tanah semakin terasa sejak 15 tahun yang lalu. Tidak hanya itu, air sumur warga pun sudah terkontaminasi oleh air laut sehingga rasanya menjadi asin dan tidak layak untuk dikonsumsi.

Oleh karena itu, kelima mahasiswa Universitas Diponegoro, yang terdiri atas empat mahasiswa Fakultas Sains dan Matematika (FSM) yakni Fitra Ramdhani, Fajar Waskito, Dhana Hastuti, Ganap Yuliana Febrika, dan satu mahasiswa dari Fakultas Teknik (FT), Galang Virgiawan melakukan penelitian penurunan muka tanah dan intrusi air laut di Kaligawe dengan metode gaya berat 4D dan geolistrik.

  “Terjadinya penurunan muka tanah dan intrusi air laut disebabkan oleh pengambilan air tanah secara berlebihan. Hal ini sesuai dengan banyaknya jumlah penduduk Kaligawe dan diperparah dengan adanya kawasan industri di daerah tersebut,” jelas Fitra selaku ketua tim.

 Data penelitian lima mahasiswa Universitas Diponegoro menunjukkan, dalam rentang 6 tahun (tahun 2009-2015) terjadi penurunan muka tanah sebesar 0.64 meter di daerah tersebut. Sedangkan masuknya air laut ke dalam sumur warga sudah mencapai hingga kedalaman 35 meter dari permukaan tanah.

 Langkah antisipasi yang bisa dilakukan, antara lain Pemerintah Kota Semarang memperketat regulasi penggunaan air tanah di Kaligawe dan mendistribusikan air bersih (PAM) kepada warga Kaligawe.

 Galang Virgiawan, anggota tim Kaligawe berharap, dari penelitian ini agar diperketat regulasi pemanfaatan air dan adanya sinkronisasi antara pemerintah, industri, masyarakat, dan pihak terkait agar terjadi keseimbangan dalam penggunaan air tanah. “Lakukan yang terbaik maka kita akan mendapatkan yang terbaik. Undip juara!”  kata Galang.

Kontributor: Galang Virgiawan, mahasiswa Fakultas Teknik, salah satu anggota Tim PKM Kaligawe.