Mark Manson dan Segala Argumentasinya Yang Menarik

Sebuah Seni Untuk Bersikap Bodo Amat, Mark Manson

Judu               : Sebuah Seni Untuk Bersikap Bodo Amat

Translate          : The Subtle Art Of Not Giving A Fuck

Tahun Terbit   : 2018

Penulis             : Mark Manson

Penerbit           : Grasindo

Tebal               : 247 Halaman

 

Jika kamu sedang mencari buku yang bagus untuk dibaca, mungkin buku karya dari Mark Manson ini akan menjadi pilihan yang tepat untuk kamu baca. Isinya sangat menarik dan akan membuat para pembaca terkesan akan pemikiran dari penulis ini.

“Sebuah Seni Untuk Bersikap Bodo Amat” merupakan buku pertama dari seorang blogger kenamaan dari New York, Amerika dengan berjuta-juta pembaca. Buku ini masuk kedalam daftar best seller The New York Times dan Washington Post. Buku ini merupakan terjemahan buku aslinya yaitu “The Subtle Art of Not Giving a Fuck” dan diterbitkan oleh Grasindo pada Februari 2018.

Buku ini memuat tulisan dari blog pribadi Manson, yaitu markmanson.net. Buku yang terdiri dari sembilan bab dengan tebal 247 halaman, merupakan kumpulan dari gagasan serta argumentasi sang penulis yang disampaikan dengan lugas dan terstruktur serta memuat cerita tentang pengalaman pribadi Manson serta beberapa tokoh yang mungkin tidak asing, seperti Charles Bukowski, Dave Mustaine, dan William James.

Pada bab pertama, cerita disajikan dengan menampilkan cerita salah seorang tokoh yang merupakan penulis terkenal, yaitu Charles Bukowski. Seorang penulis novel dan puisi yang sukses dengan penjualan lebih dari 2juta kopi bahkan popularitasnya melampaui harapan dan ekspektasinya. Namun siapa sangka, seorang penulis sepertinya adalah seorang pecundang, pecandu alkohol, dan penjudi kronis. Terlebih lagi, dalam batu nisannya tertulis “Jangan berusaha”. Ya meskipun dia adalah sosok yang sangat terkenal, namun hal itu tidak menjadikan dirinya menjadi lebih baik, dia masih sama dengan Bukowski yang dulu sebelum terkenal.

Pesan yang ingin disampaikan pada awal penyajian ini adalah jujurlah pada dirimu sendiri, terima siapa dirimu, dan jangan sampai kesuksesan mengubah dirimu. Bukowski merupakan seorang tokoh yang paling cocok dalam mengantar pembaca untuk memahami jalan pikir dari Manson, dimana penulis menguak tabir sebenarnya dari kisah sukses orang terkenal dan mengajak untuk berpikir dari sudut pandang yang berbeda.

Pada bab lain, ada sebuah cerita mengenai dua orang musisi. Namanya Dave Mustaine dan Pete Best, dua orang yang memiliki nasib yang sama dengan dipecat dari anggota band mereka masing-masing. Mustaine memiliki karir yang lebih baik setelah dikeluarkan dari band, berbeda dengan Best yang jatuh kelubang depresi. Namun pada akhirnya, Pete Best memiliki hidup yang lebih bahagia dibanding dengan Dave Mustaine yang sukses dengan gendre musiknya, yaitu heavy-metal.

Hal yang saya tangkap sewaktu membaca adalah nilai yang mereka pegang. Dave Mustaine hanya berfokus untuk mengalahkan band yang sudah mengeluarkannya, namun hal itu tidak berhasil dan membuat Mustaine merasa bahwa dia adalah kegagalan. Berbeda dengan Pete Best yang berhasil mengubah nilai yang dia pegang dan mengukur kembali hidupnya secara berbeda. Best menyadari pemecatannya dari anggota band mengantarnya kepada kekasihnya, kemudian menikah, dan menjadi seorang ayah. Ia memutuskan bahwa apa yang dimiliknya sekarang jauh lebih berharga daripada sebuah ketenaran dan nama besar.

Mark Manson mengajarkan untuk mengerti batasan-batasan kita dan menerimanya sehingga batasan-batasan inilah yang mejadi sumber kekuatan yang paling nyata. Salah satu seni dari sikap masa bodoh yang diajarkan Manson adalah “entah Anda sadari atau tidak, Anda selalu memilih suatu hal untuk diperhatikan”.

Masa bodoh bukan bearti kita acuh tak acuh, masa bodoh berarti nyaman saat menjadi berbeda. Intinya adalah kita dapat menemukan hal sulit yang kita hadapai dan nikmati. Cuek dan masa bodoh merupakan cara sederhana untuk mengarahkan kembali ekspektasi kita, memilih apa yang penting dan tidak penting untuk diperhatikan.

Buku ini tidak mengajarkan bagaimana caranya untuk menggapai atau mencapai sesuatu, namun lebih pada bagaimana supaya kita dapat berlapang dada dan membiarkan susuatu yang tidak penting untuk pergi.

 

Alfio Santos

S1-Psikologi

 

Infografis: Alfio