Mahasiswa Undip Menggagas Kegiatan Edu-Religi Susur Pondok

Dokumentasi Istimewa.

Kamis (5/4), geliat pengembangan wawasan edu-religi di Desa Kajen, Kecamatan Margoyoso, Kabupaten Pati, akhirnya berbuah manis. Mahasiswa UNDIP yang terdiri dari Faiz (Sejarah/2014), Ilham Alkian (Fisika/2014), Novita (Fisika/2016), dan Kencana (Biologi/2017) sukses bekerjasama dengan komunitas Sumohadiwijayan dalam pendampingan kegiatan susur pondok yang dilakukan di Desa Kajen. Keempat mahasiswa tersebut merupakan salah satu kelompok PKM bidang Pengabdian Masyarakat yang sedang merealisasikan program kegiatannya yang berjudul ‘Kadjen Heritage Of Religion’. Kegiatan susur pondok sebagai bagian dari jelajah pusaka desa Kajen sukses diikuti puluhan pelajar se-kabupaten Pati yang dipandu langsung oleh karang taruna asli Desa Kajen, Sumohadiwijayan.

”Desa Kajen merupakan desa yang memiliki potensi luar biasa terutama dalam bidang pengembangan kawasan edu-religi. Apabila dikembangkan dengan baik dan intensif, desa ini bisa dijadikan sebagai ikon Kabupaten Pati sebagai kawasan edu-religi yang ramai dikunjungi. Itulah sebabnya saya bersama tim saya tertarik untuk menjadikan Desa Kajen sebagai obyek mitra dalam proposal kami,” ucap M. Faiz Pajaran, ketua tim PKM. Pendapat tersebut didukung dengan berbagai unsur-unsur religi yang dimiliki Desa Kajen. Beberapa di antaranya adalah terdapatnya Makam H. Mutamakkin, bangunan-bangunan Islam, serta 49 pondok pesantren yang tersebar di kawasan Desa Kajen.

Desa Kajen merupakan sebuah desa yang terletak di Kecamatan Margoyoso, kira-kira 18 km dari pusat Kota Pati. Luas desa ini hanya sekitar 63 hektare. Itulah sebabnya, tidak pernah didapati adanya area persawahan. Meskipun begitu, roda perekonomian Desa Kajen berjalan dengan baik. Mayoritas penduduk bermata pencaharian sebagai wiraswasta sehingga banyak ditemukan toko, warung, dan perentalan. Desa Kajen memiliki sekitar 49 pondok pesantren , 4 Madrasah (Mathali’uh Falah, Salawiyah, PRIMA, dan Hadiwijaya).

 Di Desa Kajen juga terdapat Makam Waliyullah Syekh Ahmad al-Mutamakkin, seorang tokoh agama penyebar agama Islam di wilayah Pati sekitar abad ke-17. Itulah sebabnya banyak masyarakat sekitar yang berziarah di makam ini. Sejarah religi tersebut dikembangkan sebagai ilmu pengetahuan yang perlu dipahami oleh seluruh elemen masyarakat terutama pelajar Kabupaten Pati. Dengan mempelajari sejarah, para pelajar dapat menambah wawasan dan ilmu pengetahuan mengenai  pendidikan. Hal tersebut sangat berguna karena ilmu sejarah dapat meningkatkan kecintaan siswa kepada bangsanya.

Oleh :

Faiz

Mahasiswa Jurusan Sejarah

Fakultas Sains dan Matematika Angkatan 2014