Mahasiswa Undip Ajak Warga Mengelola Sampah dengan Benar

Tim KKN Undip bersama ibu-ibu PKK Desa Kaliwenang. (Foto: Nurlita Sari/Teknik Kimia)

ManunggalCybrnews— Permasalahan sampah kerap menjadi sorotan mengingat dampaknya yang berbahaya apabila salah dalam penanganannya. Dewasa ini, berbagai metode pengelolaan sampah di masyarakat ramai digalakkan. Melalui kegiatan ibu-ibu Pemberdayaan Kesejahteran Keluarga (PKK) di Desa Kaliwenang, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Undip mencoba untuk memberikan pengarahan untuk mengelola sampah, baik organik ataupun anorganik, agar menjadi sesuatu yang bernilai ekonomis. Menariknya, warga di Desa Kaliwenang yang dulunya memiliki kebiasaan membakar sampah kini mulai menyadari bahaya membakar sampah bagi lingkungan dan kesehatan.

Kegiatan pelatihan ini berlangsung di Balai Pertemuan Desa Kaliwenang dengan peserta ibu-ibu PKK Desa Kaliwenang, Minggu (2/2). Pada kesempatan itu dijelaskan cara pengelolaan sampah organik dan anorganik yang baik dan benar, sehingga dapat menghilangkan sesuatu yang bermanfaat dan bahkan dapat di komersialkan. Sampah jenis organik berupa daun-daun kering, sisa dapur rumah tangga, sisa pertanian, dan sejenisnya dapat dijadikan kompos (pupuk organik) dengan bantuan aktivator EM4. Dalam kegiatan ini juga diajarkan bagaimana cara pembuatan komposter sederhana dengan menggunakan ember bekas.

Kemudian untuk sampah anorganik berupa botol-botol plastik dapat dimanfaatkan menjadi kerajinan-kerajinan yang tentunya lebih memiliki nilai seni, estetika, dan ekonomis yang tinggi. Salah satu kerajinan yang dicontohkan yaitu pembuatan pot bunga hias dari sampah botol plastik. Ibu-ibu PKK sangat antusias dengan adanya pelatihan ini. “Bagus sekali idenya mas mbak, saya akan mencoba membuat kerajinan ini di rumah dan akan mengajarkannya di sekolah kepada murid saya,” Ujar dari Ibu Zumrotun, salah satu pengurus PKK Desa Kaliwenang.

Adanya kegiatan ini diharapkan ibu-ibu PKK dapat menggerakan warga-warga lainnya dalam memupuk kesadaran untuk mengelola sampah dengan baik, menjaga kesehatan dan kebersihan lingkungan, serta meningkatan kreatifitas dan ekonomi warga setempat melalui pengolahan sampah. (Nurlita Sari/Teknik Kimia)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *