Mahasiswa TIM II KKN UNDIP Kembangkan Sistem Budidaya Akuaponik di Desa Coprayan

Dok. Pribadi

Coprayan (09/08) – Berusaha memanfaatkan lahan pekaran rumah yang terbatas, Tim II KKN Undip kembangkan sistem budidaya akuaponik di Desa Coprayan, Kecamatan Buaran. Secara garis besar, akuaponik adalah sistem budidaya yang mengombinasikan akuakultur dengan hidroponik dalam satu wadah. Dalam akuaponik terjadi proses dimana tanaman memanfaatkan unsur hara yang berasal dari kotoran ikan yang apabila dibiarkan di dalam kolam akan menjadi racun bagi ikan tersebut. Lalu tanaman akan berfungsi sebagai filter vegetasi yang akan mengurai zat racun tersebut menjadi zat yang tidak berbahaya bagi ikan dan suplai oksigen pada air yang digunakan untuk memelihara ikan. Dengan siklus ini akan terjadi siklus saling menguntungkan.

Dalam membuat akuaponik, diperlukan beberapa alat dan bahan yang sederhana seperti kayu, paralon, terpal, pompa akuarium, dan bibit tanaman serta ikan. Bibit tanaman yang dipilih oleh mahasiswa KKN Undip adalah selada. Sementara untuk bibit ikan yang digunakan adalah bibit ikan lele.

Sistem budidaya akuaponik ini disosialisasikan kepada seluruh perangkat desa dan kemudian bentuk fisiknya didisplay di Balai Desa Coprayan. Program ini merupakan salah satu program multidisiplin yang dipilih oleh mahasiswa KKN yang merupakan gabungan dari empat fakultas yang ada di Universitas Diponegoro. Ke-4 fakultas tersebut adalah Fakultas Teknik, Fakultas Ilmu Sosial dan Pemerintahan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, dan Fakultas Ekonomika dan Bisnis. Dari kegiatan sosialisasi yang dilakukan, terlihat bahwa seluruh perangkat desa merasa tertarik dan sangat berminat untuk menerapkan sistem budidaya ini.

Sistem budidaya akuaponik ini menjadi salah satu bentuk peninggalan yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat Desa Coprayan dari mahasiswa KKN Undip sekaligus sebagai percontohan bagi masyarakat setempat. Harapannya, dengan akuaponik yang sudah dibuat oleh Tim II KKN Undip mampu memotivasi masyarakat Desa Coprayan untuk lebih memanfaatkan pekarangan rumah yang kosong menjadi sesuatu yang memiliki nilai lebih.