Mahasiswa Lintas Agama Jawa Tengah Pegang Teguh Nilai Pancasila

Foto bersama perwakilan mahasiswa lintas agama usai pembacaan panca sikap dan peneguhan pancasila pada Sabtu (10/6) di Auditorium Dinas Pemuda, Olahraga dan pariwisata. (Kadek/Manunggal)

 

ManunggalCybernews–Dengan didasari harapan untuk bersama menyatukan perbedaan antar agama, mahasiswa lintas agama menggagas Konferensi dan Deklarasi Mahasiswa Lintas Agama untuk Bhineka dalam rangka memperingati hari lahir Pancasila yang telah dilaksanakan pada Sabtu, (10/6) di Auditorium Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Jawa Tengah.

Konferensi tersebut dihadiri oleh sejumlah organisasi mahasiswa lintas agama yang diwakili oleh Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPD IMM) Jawa Tengah, Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Kota Semarang, Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Kota Semarang, Himpunan Mahasiswa Budhis Indonesia (Hikmahbudhi) Kota Semarang, Keluarga Mahasiswa Hindu Dharma (KMHD) Undip, Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Katolik (BEM Unika) Soegijapranata, dan Perhimpunan Pemuda Hindu Indonesia (Peradah) Kota Semarang.

Saat kegiatan berlangsung, ketua dari masing-masing perwakilan mahasiswa lintas agama menyampaikan arti Pancasila menurut perspektif agama masing-masing. Dimana tiap-tiap perwakilan agama menunjukan bahwa mereka tetap memegang teguh nilai-nilai Pancasila dalam berbangsa dan bernegara.

Hasil dari konferensi dan deklarasi ini melahirkan pernyataan sikap yang tertulis sebagai “Panca Sikap dan Peneguhan Pancasila oleh Mahasiswa Lintas Agama Jawa Tengah” yang menyatakan :

  1. Menyerukan kepada segenap warga negara Indonesia dan pemimpin bangsa untuk mengamalkan falsafah pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
  2. Menjaga kerukunan, kedamaian, dan sikap toleran sesama warga negara.
  3. Bahu membahu bersama demi terwujudnya tujuan negara.
  4. Menghilangkan rasa egoisme dalam keagamaan, menghentikan beraneka ketegangan yang justru kontra produktif terhadap pembangunan bangsa.
  5. Menghentikan permusuhan, konflik sara yang ada demi tegaknya NKRI kebhinekaan serta saling kasih mengasihi, saling menghargai atas perbedaan kepercayaan demi menghentikan gerakan radikalisme keagamaan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Abdul Wahid, Ketua Umum DPD IMM Jawa Tengah, berharap konferensi ini tidak hanya berupa seremonial. “Kita ingin bergenggam tangan, bergandengan tangan menuju arah yang lebih baik dan lebih konkrit lagi. Salah satunya ialah kita bisa mempunyai kekuatan besar untuk  bisa jadi mengkritisi pemerinah dan menyampaikan aspirasi masyarakat melalui perspektif masing-masing agama,” jelasnya.

“Acara ini sebagai suatu bentuk awal untuk kedepannya dapat membentuk hubungan yang saling harmonis,” papar Candra Tri Ananda, Ketua Himahbudhi Kota Semarang. (Kadek/Mannunggal)