Mahasiswa KKN Undip Tim II Desa Kembanglangit Menciptakan Sistem Diversifikasi Pengelolaan Sampah secara Masif

Penyerahan tong sampah kepada Kepala Dusun oleh Tim KKN Undip (Dok. Istimewa)

Kembanglangit merupakan pemenang lomba Lingkungan Bersih dan Sehat tingkat Kabupaten Batang. Namun, pengelolaan sampah di desa ini masih belum dilaksanakan dengan maksimal. Warga sering membakar sampah dan menimbun sampah di gudang maupun di belakang rumah. Hal ini memberikan efek yang tidak baik bagi kesehatan dan lingkungan. Selain itu, masyarakat juga merasa perlu adanya suatu sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan agar dapat mengatasi permasalahan sampah di Desa Kembanglangit.

Melihat permasalahan tersebut, KKN Tim II Undip 2019 Desa Kembanglangit menawarkan gagasan Bank Sampah untuk mengelola sampah anorganik dan pengolahan sampah organic menjadi pupuk organik cair. Warga diajak untuk mengumpulkan dan menjual sampah-sampah yang laku untuk dijual kembali seperti karet, plastik, kardus dan besi. Warga yang telah mengumpulkan sampah tersebut kemudian diberikan buku tabungan yang berisikan jumlah uang hasil penjualan sampah mereka. Uang hasil penjualan sampah kemudian dibagikan setelah 3 bulan kegiatan bank saampah berjalan. Sistem tersebut kemudian didiskusikan dengan Ibu-ibu Pokja 3 PKK Desa Kembanglangit sebagai kader pengelola Bank Sampah dan telah mendapat persetujuan dari pihak terkait.

Penimbangan barang bekas di bank sampah Sembodo (Dok.Istimewa)

Bank Sampah “Sembodo” menjadi nama bank sampah Desa Kembanglangit, dimana launching  pertama, langsung diterima oleh Pejabat Desa pada tanggal 7 Agustus 2019. Warga menanggapi kegiatan tersebut dengan positif. Bank sampah ini diinisiasi dengan harapan bahwa masyarakat desa akan memiliki kesadaran lebih terhadap sampah anorganik.

Selain Bank Sampah, terdapat pula inovasi dari mahasiswa KKN Undip Tim II Desa Kembanglangit untuk mengatasi sampah organik. Inovasi ini dirasa perlu untuk mengurangi jumlah pembakaran sampah. Mahasiswa KKN Undip Tim II Desa Kembanglangit menciptakan inovasi “POCAIR SWEAT” (Pupuk Organik Cair dengan Sampah Warga dan Ampas Teh). Pupuk ini memanfaatkan sampah dari pengolahan dan pemanfaatan teh yang menjadi komoditas utama Desa Kembanglangit

Selain itu, mahasiswa KKN pun menginisisasi pengadaan tong sampah secara massif untuk meningkatkan kesadaran masyrakat dalam kebiasaan membuang sampah. Sampah yang dimaksud adalah sampah yang tidak bisa diolah dan dijual. Sistemnya adalah sampah anorganik yang tidak bisa dijual di Bank Sampah dikumpulkan di tong sampah yang terletak di pinggir jalan kemudian tong sampah tersebut setiap harinya diambil oleh pihak pengambil sampah desa yang telah dibentuk.

Sistem diversifikasi pengelolaan sampah ini diharapkan bisa berjalan secara berkelanjutan. Dengan tercapainya harapan tersebut, kualitas desa, baik lingkungan, kesehatan dan sumber daya manusia bisa terus menerus berkembang ke arah yang lebih baik.

Permata Laila

Mahasiswa Ilmu Gizi

Fakultas Kedokteran