Mahasiswa KKN Undip Ciptakan Miniatur Akuaponik

(Dok.Istimewa)

Jepara – Minimnya ketersediaan lahan dan sumber air di desa Pulodarat, kecamatan Pecangaan, kabupaten Jepara mendorong mahasiswa KKN Tim I Undip berinovasi menciptakan miniatur akuaponik pada Minggu (10/2). “Di sini (red, Pulodarat) lahan yang ada makin sempit. Sumber air juga makin sedikit. Apalagi di musim kemarau, bisa kekeringan,” jelas Rino Adhi Pratama, koordinator mahasiswa KKN Undip Pulodarat.

Akuaponik merupakan sistem budidaya kombinasi antara akuakultur (budidaya ikan) dengan hidroponik (budidaya tanaman tanpa tanah). Dalam sistem akuaponik, air kolam ikan akan disalurkan ke tanaman untuk disaring dan diolah sebagai tambahana nutrisi. Kemudian, air tersebut akan kembali lagi ke kolam ikan dalam kondisi yang lebih bersih.

Sistem akuaponik memiliki keunggulan tersendiri dibandingkan dengan sistem budidaya lainnya. Pertama, hemat lahan dan air. Sistem akuaponik tidak membutuhkan lahan yang luas, pekarangan rumah pun bisa  dimanfaatkan. Sumber air yang dibutuhkan juga tidak banyak, karena air selalu diputar dari kolam ikan ke tanaman dan begitu seterusnya secara berkesinambungan. Kedua, dapat menghasilkan dua produk sekaligus dalam satu periode produksi. Sinergi antara kegiatan budidaya ikan dan pertanian dalam satu produksi akan menghasilkan produk budidaya ikan dan pertanian sekaligus. Ketiga, menghasilkan produk pertanian organik. sumber nutrisi atau pupuk bagi tanaman berasal dari kotoran ikan yang organik sehingga hasil pertanian yang diperoleh juga organik.

Sistem akuaponik ini diharapkan mampu menjadi solusi keresahan warga desa Pulodarat yang mengalami kendala dalam budiaya ikan dan bercocok tanam. “Harapannya, warga Pulodarat bisa menerapkannya di sini. Ini (red, akuaponik) kan mudah,” ujar Rino.

Amalia Safira

Hubungan Internasional / 2015

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *