Mahasiswa FKM Pilih Langsung Tiga Calon Dekannya

Salah satu mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Undip memasukkan surat suara usai mencoblos bakal calon dekannya di Halaman Gazebo FKM Undip, Rabu (5/11). (Ririn/Manunggal)


ManunggalCybernewsBerbeda dengan periode sebelumnya, pada periode 2015-2019 ini, Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Diponegoro melibatkan mahasiswa secara langsung dalam pemilihan calon dekan. Pemilihan ini digelar di halaman gazebo FKM Undip, Rabu (5/11).

Mengenai mekanisme pemilihan calon dekan ini, ketua panitia pemilihan dekan sekaligus senat fakultas, M Zen Rahfiludin SKM MKes menerangkan, FKM tetap menggunakan mekanisme yang sesuai dengan peraturan rektor nomor dua tahun 2014. Peraturan tersebut mengatakan, mekanisme pemilihan dekan ditentukan senat fakultas.

“Karena kita ini mempunyai bakal calon dekan banyak, padahal calon tetap itu ada tiga, sehingga kita perlu megadakan polling. Kira-kira suara rakyat ini maunya kemana, polling ini nanti akan dilakukan kepada para senator. Harapannya, para senator ini punya hati nurani yang mestinya nanti memilih dekan sesuai harapan dari rakyat,” ujarnya.

Menurutnya, polling yang diadakan ini memang tidak untuk memilih dekan, tapi paling tidak sebagai alat penekan para senat agar memperhatikan aspirasi yang dibawah. Zen juga menjelaskan adanya pembobotan suara yang akan digunakan untuk menentukan calon dekan nanti.

Terdapat tiga kriteria pembobotan, yaitu suara dosen, suara tenaga administarasi, dan suara mahasiswa. Suara dosen diberikan bobot yang paling besar, suara tenaga administrasi dibobot lebih kecil, dan suara mahasiswa dibobot paling kecil. Hal tersebut untuk menghindari terjadinya bias antara pemilihan dekan fakultas dengan pemilihan dekan mahasiswa.

“Mengingat jumlah mahasiswa yang berkali-kali lipat dari jumlah dosen dan administrasi, jadi wajar kalau kita melakukan pembobotan. Karena kita ini memilih dekannya fakultas, bukan memilih dekannya mahasiswa,” ujarnya. Namun, menurutnya, aspirasi mahasiswa harus tetap ditampung meski bobotnya berbeda. Hal tersebut juga dilakukan untuk mendorong terwujudnya demokrasi dalam kampus.

Firnanda Zia Azmi mengaku senang dapat dilibatkan langsung dalam pemilihan ini. “Ya melalui pemilihan ini, aku ngerasa pihak fakultas mau menampung aspirasi kita, para mahasiswa. Meskipun jarak waktu sosialisasi dengan pemilihan calon dekan lumayan singkat,”ujarnya.

Meski demikian, dia menilai hal tersebut wajar karena FKM baru pertama kali menerapkan mekanisme pemilihan calon dekan yang melibatkan mahasiswa. Dia berharap, hasil polling yang dilakukan para senator fakultas dapat diinformasikan secara terbuka kepada seluruh mahasiswa. (Ririn/Manunggal)