Mahasiswa FKM Beri Perhatian kepada Lansia Lewat Asecegar

Tim PKM-M Asecegar memberikan layana kebugaran untuk lansia lewat senam pagi.

Tim PKM-M Asecegar memberikan layana kebugaran untuk lansia lewat senam pagi. (Dok. Pribadi)

ManunggalCybernews – Masyarakat lanjut usia (lansia) merupakan salah satu komponen sosial masyarakat yang harus dihargai ruang geraknya. Selama ini, para lansia yang berumur sekitar 60 tahun ke atas diposisikan sebagai manusia yang lemah, harus banyak diam di rumah, dan dibatasi aktivitasnya. Hal inilah yang kemudian mendorong tim Program Kreativitas Mahasiswa Pengabdian Masyarakat (PKM-M) Fakultas Kesehatan Masyarakat ( FKM) yang beranggotakan Hana Maulida Muflikhah (2012), Hamas Musyaddad Abdul Aziz (2012), Rozzaq Alhanif Islamudin (2012), Septi Wulandari (2013), dan Fairuza Alief (2013) melakukan program yang diberi nama Asecegar (Agamis, Sehat, Ceria, dan Bugar).

Berdasarkan namanya, program ini memiliki empat fokus kegiatan yang berbasis pembinaan, yaitu agamis, sehat, ceria, dan bugar. Dikatakan agamis, karena lima mahasiswa ini memanfaatkan kesenian rebana untuk mengajak lansia bergabung dalam kegiatan keagamaan di Desa Bulusan, Kecamatan Tembalang, Semarang. Selain itu, kesenian rebana juga dapat mengasah keterampilan para lansia dalam memainkan alat musik. Tingginya antusiasme para lansia, membuat kegiatan tersebut menjadi rutin dilaksanakan setiap Senin.

Sedangkan kata sehat dalam program ini diimplementasikan melalui pengecekan berat badan dan tekanan darah secara rutin. Selanjutnya, para lansia diberi pelatihan untuk mengembangkan keterampilannya dalam membuat kerajinan tangan dan memasak menggunakan tanaman mangrove sebagai komoditasnya. Kegiatan ini adalah wujud dari kata ceria yang ada dalam PKM-M Asecegar.

Tidak hanya lansia, masyarakat pra lansia pun begitu antusias mengikuti kegiatan yang berlangsung sebulan sekali di kawasan Mangkang, Kota Semarang tersebut. Kemudian, kata bugar dalam PKM-M ini ingin mengajak para lansia untuk mengikuti kegiatan senam bersama di puskesmas desa.

Tidak sampai disitu, Tim PKM-M juga berinisiatif untuk mengkader remaja desa menjadi penggiat Asecegar selanjutnya. Jadi, program ini senantiasa bergerak dan berlanjut ke daerah-daerah lain.

Salah satu anggota PKM-M Asecegar, Fairuza Alief mengatakan, program Asecegar memiliki keunggulan dibanding dengan program pemerintah pada umumnya. “Pemerintah kan cuma fokus di dua hal (yaitu) sehat dan bugar saja, kadang sisi agamisnya enggak diperhatikan. Mereka hanya menonjolkan menjaga kesehatan lansia, tapi dari sisi keceriaan lansia tidak diperhatikan. Nah dari kita sih, keunggalannya juga menonjolkan sisi agamis dan cerianya,”kata Fairuza menjelaskan.

Lebih lanjut, Alief berharap program Asecegar yang terdapat di Desa Bulusan tersebut bisa menjadi contoh sehingga taraf hidup para lansia Indonesia dapat meningkat secara positif. Tim PKM-M FKM juga mengutarakan kebanggaannya karena Undip berhasil menjadi universitas yang mendelegasikan tim PKM terbanyak di kancah Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) ke-28. Mereka berharap bisa mendapatkan emas di tahun ini. Semoga! (Putri,Faqih/Manunggal)