• Home »
  • BERITA UTAMA »
  • Magister Kesehatan Lingkungan Ajak Mahasiswa Memahami Pembangunan Berwawasan Lingkungan

Magister Kesehatan Lingkungan Ajak Mahasiswa Memahami Pembangunan Berwawasan Lingkungan

Prof Joni Hermana sedang menyampaikan materi tentang mewujudkan pembangunan green city demi sustainable city (14/8) di Ballroom Hotel Noormans (Lilis/ Manunggal)

ManunggalCybernews—Health is not everything, but without health everything is nothing” kata pakar kesehatan lingkungan dari EHSA Indonesia, Prof. Umar Fahmi Achmadi, ketika menjadi pembicara dalam seminar nasional bertajuk Pembangunan Kota Berwawasan Kesehatan Lingkungan untuk Mewujudkan Green City di Indonesia. Seminar yang berlangsung pada Sabtu (14/10) tersebut diselenggarakan oleh Magister Kesehatan Lingkungan Undip di Ballroom Hotel Noormans.

Selain itu, acara ini diadakan untuk menyikapi banyaknya pembangunan di Indonesia yang tidak memerhatikan aspek kesehatan lingkungan. “Karena kita kesehatan lingkungan, kita ingin suasana pembangunan di Indonesia atau bahkan di dunia ini berwawasan kesehatan lingkungan,” ujar ketua panitia, Restu Andri Setiyanto. Restu menambahkan bahwa acara ini tidak hanya berisi seminar, namun juga menghadirkan presentasi paper tentang solusi-solusi terkait masalah kesehatan lingkungan.

Kota hijau (green city) merupakan konsep pembangunan kota berkelanjutan dan ramah lingkungan. Konsep ini mampu dicapai dengan strategi pembangunan seimbang antara pertumbuhan ekonomi, kehidupan sosial, dan perlindungan lingkungan sehingga kota menjadi tempat yang layak untuk dihuni. Beberapa permasalahan seperti banyaknya sampah, rendahnya sanitasi, maraknya jumlah transportasi yang meningkatkan emisi serta kurangnya ruang terbuka hijau harus diatasi.

Prof. Joni Hermana, Rektor Instutut Teknologi Sepuluh November (ITS) juga menyampaikan materinya tentang mewujudkan pembangunan green city untuk sustainable city. Menurut Prof Joni, dewasa ini pembangunan marak dilakukan, namun kebanyakan tidak mempertimbangkan kesehatan lingkungan. Padahal kesehatan lingkungan penting diterapkan demi menciptakan kota hijau yang berkelanjutan. “Kesehatan lingkungan bagian dari proses menuju green city,” ujar Prof. Joni.

Hal yang sama juga dituturkan oleh Rektor Undip, Prof Yos Johan Utama dan Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat Undip, Hanifa Maher Denny. Hanifa berharap, nantinya mahasiswa mampu menjadi agen perubahan di masa depan dengan ikut melaksanakan pembenahan di bidang kesehatan lingkungan. “Dalam pembangunan, aspek nomor satu bukan fisiknya, tetapi dampak pada manusianya. Itulah esensi tentang pembangunan green city tetapi melalui kesehatan lingkungan,” tutur Hanifa. (Fini, Lilis/Manunggal)