Lumba-Lumba di Teluk Kiluan

Perahu katir menuju wilayah lintasan lumba-lumba di Teluk Kiluan. (Dok. Pribadi)

Perahu katir menuju wilayah lintasan lumba-lumba di Teluk Kiluan. (Dok. Pribadi)

ManunggalCybernews—Teluk Kiluan merupakan objek wisata bahari di Kabupaten Tanggamus, pesisir barat Provinsi Lampung yang terkenal sebagai jalur lintasan lumba-lumba. Lokasi surfing kelas dunia juga terdapat di daerah ini, yaitu di area yang berpasir putih.

Berjarak kurang lebih 80 km dari Kota Bandar Lampung, kondisi jalan menuju lokasi ini tidak terlalu mulus akibat banyak jalan yang rusak dan berlubang. Rutenya pun berliku-liku dan naik turun bukit. Meski demikian, wisatawan tetap dapat menikmati perjalanan dengan panorama pesisir pantai. Barisan pohon kelapa, hamparan biji cengkeh yang dijemur, kolam pembuatan garam dengan kincir airnya dan beberapa kolam budidaya udang. Keindahan semakin bertambah dengan jejeran Nuwou Sesat atau rumah panggung penduduk asli Lampung serta rumah warga multi etnis seperti Jawa, Bali, Sunda, Minangkabau.

Pemandangan senja di Teluk Kiluan. (Dok. pribadi)

Pemandangan senja di Teluk Kiluan. (Dok. pribadi)

Sesampainya di Teluk Kiluan, wisatawan dapat menyaksikan atraksi lumba-lumba hidung botol dan lumba-lumba paruh panjang yang timbul tenggelam bergantian di tengah laut. Atraksi tersebut dapat disaksikan setiap pukul 06.00 dengan menaiki menaiki perahu katir milik penduduk sekitar. Pada sore hari, siamang dan kukang yang meloncat dari pohon ke pohon juga dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.

Selain merupakan jalur lintasan lumba-lumba, Teluk Kiluan juga terkenal dengan pantai pasir putihnya yang cocok untuk snorkeling. Wisatawan dapat menjelajah pulau dan berenang di Laguna Gayau, kolam renang berwarna biru eksotik yang terbentuk secara alami oleh kontur alam bebatuan dan air laut. Wisatawan dapat berlama-lama menikmati seluruh keindahan tersebut, karena penduduk sekitar menyediakan gubuk dan rumah panggung sebagai tempat beristirahat. (Citra/Manunggal)