LPM Se-Undip Siap Pantau Pemira

Surat perjanjian yang dibuat oleh LPM Se-Undip dan disetujui Panlih Pemira. (Manunggal/Rizko)

Surat perjanjian yang dibuat oleh LPM Se-Undip dan disetujui Panlih Pemira. (Manunggal/Rizko)

ManunggalCybernews – Rabu (18/11) merupakan hari terakhir pendaftaran bakal calon ketua dan wakil ketua BEM, Tim Pemantau, serta pengumpulan berkas verifikasi UKM.

Menjelang penutupan pendaftaran pukul 16.00 WIB, beberapa Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) serentak mendaftar sebagai tim pemantau. Hingga batas waktu, Panlih menerima berkas pendafataran dari LPM Manunggal, LPM Edents, LPM Momentum, LPM Gema Keadilan, dan LPM Hayam Wuruk

Selain mengumpulkan persyaratan administratif pendaftaran Tim Pemantau, seluruh LPM juga membuat perjanjian tambahan dengan Panlih. Perjanjian tambahan tersebut berisi tentang larangan bagi Panlih untuk melakukan intervensi, mengubah, dan menyensor tulisan yang dibuat oleh LPM. Namun, Panlih memiliki hak jawab dan LPM berkewajiban untuk memverifikasi data ke Panlih.

Irzal Adiakurnia selaku perwakilan LPM Undip mengatakan surat perjanjian tersebut disusun karena Petunjuk Teknis (juknis) yang terbentuk, dirasa mempersulit ruang gerak LPM dalam menyediakan berita yang aktual. “Dengan mengeluarkan surat, diharapkan kinerja kita bisa maksimal, tetap independen dalam mengawas Pemira, dan menjalankan fungsi pers dengan sebaik-baiknya”, tambahnya.

Wildan Abdul Jabbar selaku Ketua Panlih menghormati kesepakatan yang dibuat oleh LPM. Namun dari Panlih sendiri meminta LPM selaku pemantau untuk tetap menaati Juknis. “Namun kami tidak akan mengganggu isi berita. Kami hanya memverifikasi data”, sambungnya. (Rizko/Manunggal)