LPM Manunggal Gelar DJTL

ManunggalCybernews – Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Manunggal Universitas Diponegoro bekerjasama dengan Kelompok Diskusi Wartawan (KDW) Jawa Tengah menggelar Diklat Jurnalistik Tingkat Lanjut (DJTL), Sabtu-Minggu (17-18/5), di Semarang. Acara ini diikuti awak LPM Manunggal untuk mencetak pribadi jurnalis yang tangguh dan siap terjun di tengah masyarakat.

Dalam acara ini, terdapat enam pembicara yang menyajikan materi. Pembicara pertama, Ali Arifin Muchlis, memaparkan tentang investigasi. Ali mengumpamakan wartawan seperti anjing penjaga yang akan menggonggong bila melihat segala ketidakberesan, penyelewengan, kebejatan, ketidakadilan, korupsi, kolusi, dan nepotisme.

“Terungkapnya kasus pungli miliaran rupiah di angkutan Kota Jakarta, bisa muncul dari sekadar wartawan yang menumpang bis kota melihat kernet kasih salam tempel sama polisi,” ujarnya.

Selanjutnya, pembicara kedua, Fahmi Insetyonoto, menjelaskan tentang kode etik. “Kode etik jurnalistik adalah acuan moral yang mengatur tindak-tanduk seorang wartawan,”ujarnya. Menurutnya, kode etik jurnalistik bisa berbeda dari satu organisasi dengan organisasi lain, bahkan antara satu koran ke koran lain.

Usai Fahmi, pembicara ketiga, Sunarto, memberikan materi tentang menulis berita dan membuat rilis pers. Menurutnya, rilis pres sangat penting. Keterangan pers merupakan bagian dari jurnalistik. Ironisnya, tidak semua orang bisa membuat rilis pers yang memenuhi standar jurnalistik.

Materi selanjutnya tentang fotografi disampaikan Chandra Adi Nugroho. Chandra menyatakan keprihatinannya lantaran pewarta foto jurnalistik justru dari penggemar foto.

“Selama ini, belum ada sekolah khusus tentang fotografi jurnalistik,” katanya. Pembicara berikutnya, Saronji, membahas tentang penyuntingan. Sedangkan, pembicara terakhir, M. Chamim Rifa’I, mengulas tentang media online.

Setelah keenam pembicara menyampaikan materinya, DJTL hari pertama ditutup dengan penugasan liputan Festival Banjir Kanal Barat (BKB) bagi para awak LPM Manunggal yang hadir. Terbagi dalam lima kelompok, setiap kelompok diharuskan mengumpulkan berita feature tentang Festival BKB pada keesokan paginya.

Di hari kedua, awak LPM Manunggal menghadiri evaluasi berita yang dinilai langsung oleh ketua dan anggota KDW Jawa Tengah. Setelah itu, awak LPM Manunggal melakukan kunjungan ke kantor Koran Wawasan.

Reporter Majalah Manunggal, Merina Wulandari, mengaku senang mengikuti rangkaian acara DJTL. “Banyak ilmu yang aku dapatkan dari DJTL. Selain itu, penugasan yang diberikan serasa jalan-jalan,” ujarnya. (Shela/Manunggal)