LPM Kinetika Gelar Bedah Majalah AEC 2015

Pembantu Dekan II Fakultas Teknik Undip, Agung Wibowo, memaparkan materi tentang AEC 2015, dalam bedah majalah yang diadakan oleh LPM Kinetika di Aula Teknik Kimia, sabtu (11/10). (Irzal/Manunggal)


ManunggalCybernews – Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Kinetika Teknik Kimia Undip menggelar bedah majalah bertema Asian Economic Community 2015, Sabtu (11/10). Acara yang digelar di Aula Teknik Kimia ini menghadirkan beberapa narasumber, seperti Agung Wibowo, selaku Pembantu Dekan II Fakultas Teknik Undip, Faris Gustom, dan Raden Roro Dewi, alumni berprestasi Teknik Kimia Undip.

Bedah majalah yang dikonsep seperti seminar ini membahas tema besar yang diangkat dalam majalah edisi XLIV tersebut, yakni tentang AEC 2015 sampai kaitannya dengan industri di mana mahasiswa Teknik Kimia bekerja setelah lulus. Menurut Mustafa, selaku panitia, acara tesebut bertujuan mengenalkan kembali LPM Kinetika pada mahasiswa, khususnya mahasiswa baru, dan umumnya seluruh mahasiswa Undip. Selain itu, kata Mustafa, acara ini juga digunakan sebagai wadah untuk membahas isi majalah yang sedang ramai diperbincangkan, langsung dengan narasumber yang berkompeten.

Salah satu narasumbernya adalah Agung Wibowo. Pembantu Dekan II Fakultas Teknik Undip ini mengisi rubrik Laporan Utama dalam majalah edisi tersebut. Dengan membahas masalah AEC 2015 bagi industri di Indonesia, menurutnya, AEC seperti pisau bermata dua, dapat sangat menguntungkan tetapi juga bisa sangat merugikan bagi industri di Indonesia. Indonesia merupakan pasar potensial di dunia. Selain masyarakatnya yang banyak, juga sangat konsumtif.

“Maka, sifat itulah yang seharusya perlahan kita hilangkan, dari konsumtif menjadi produktif,” ujarnya.

Dia juga berpesan kepada para mahasiswa Fakultas Teknik, untuk banyak-banyak mengikuti pelatihan di bidangnya masing-masing. Karena bukti sertifikat pelatihan yang kredibel dan skill sangat diperlukan sekali di tahun 2015 untuk menghadapi gempuran engineer dari seluruh Asia.

Selain itu, turut hadir pula lulusan Teknik Kimia Undip tahun 2005 yang sekarang sudah bekerja, yaitu Raden Roro Dewi yang menjadi narasumber di rubrik Liputan Khusus. Dosen Teknik Kimia Unnes ini berbicara banyak tentang persaingan dunia kerja dan prospek kerja lulusan Teknik Kimia.

“Ada tahap-tahap setelah kita lulus, dimana ketika lulus kita menyandang gelar sarjana teknik, dan ketika kita bekerja, kita merupakan engineer, dan terkhir untuk sukses kita perlu masuk ke tahap professional engineer,” ujarnya.

Narasumber terakhir ialah mahasiswa Teknik Kimia juga yang berprestasi dalam bidang wirausaha. Faris Gustom, mahasiswa Teknik Kimia 2011 yang banyak mendapatkan penghargaan di bidang entrepreneur ini banyak menyampaikan materi tentang bagaimana menjadi seorang technopreneur. Menurutnya, technopreneur sangat dibutuhkan dalam menghadapi AEC di tahun 2015 nanti. Maka, dia memberikan materi tentang tahap-tahap menjadi technoprenerur, bagimana tantangannya, serta tips-tips menghadapinya. (Irzal/Manunggal)