Lontong Tuyuhan, Sajikan Sensasi Pedas dalam Tiap Suapan

Lontong Tuyuhan merupakan salah satu menu favorit masyarakat Kota Rembang selama bulan Ramadhan, terutama ketika menjelang waktu berbuka puasa. (Fajrin/Manunggal)

Lontong Tuyuhan merupakan salah satu menu favorit masyarakat Kota Rembang selama bulan Ramadhan, terutama ketika menjelang waktu berbuka puasa. (Fajrin/Manunggal)

 

            Makanan ini disebut Lontong Tuyuhan karena kuliner ini berasal dari Desa Tuyuhan, Kecamatan Pancur, Kabupaten Rembang. Makanan khas masyarakat Rembang ini terdiri dari lontong dengan sayur santan yang tidak terlalu kental dan agak pedas yang menonjolkan rasa kemiri, jinten dan bawang. Lantas, apa yang membedakannya dengan masakan lontong pada umumnya?

            Lontong Tuyuhan disajikan dengan lauknya yaitu ayam kampung yang sudah dipotong-potong, lengkap dengan jeroan ayam dan tempe yang sudah diberi bumbu merah rasa pedas.  Selain itu, apabila lontong pada umumnya berbentuk lonjong, Lontong Tuyuhan menyajikan potongan lontong berbentuk segitiga. Adapun, terdapat keunikan lain yakni mayoritas penjual Lontong Tuyuhan adalah pria. Hal ini dikarenakan adanya mitos yang mengatakan bahwa Lontong Tuyuhan akan lebih nikmat apabila disajikan oleh seorang pria.

            Bagi kalian yang tidak terlalu suka pedas, tidak usah khawatir. Untuk menghilangkan rasa pedasnya, pada umumnya penjual Lontong Tuyuhan menyediakan minuman sederhana yaitu air kendi yang bisa diminum secara gratis. Kendi adalah tempat air seperti teko yang terbuat dari tanah liat. Anda juga bisa memesan minuman lain untuk menemani Lontong Tuyuhan ini.

            Apabila Anda kebetulan sedang mampir ke Kota Garam, tidak ada salahnya untuk mencicipi kelezatan kuliner yang satu ini. Lontong Tuyuhan banyak dijajakan di kawasan alun-alun dan mulai buka dari pukul 12.00 hingga pukul 20.00. (Fajrin/Manunggal)