Lestarikan Lagu Daerah Melalui Pentas Seni

ManunggalCybernews – Jumat (2/11), bertempat di Hotel Bukit Asri Gombel, komunitas mahasiswa Semarang, Sahabat Kampus, menggelar pentas seni musik akustik bertajuk Save It or Lose It: tribute to Indonesian folksong. Delapan band lokal dan satu band dari Jogja tampil membawakan hampir semua genre musik yang ada, yakni Tnanan Percussion (perkusi), The Siscandens (SKA), Oldyoung (indie pop), Rencang Rencong (keroncong urban), The Lastree (post pop), Good Morning Everyone (rock), PyongPyong (punk melodic), Rastaline (reggae), dan band blues asal Yogyakarta, Yoggi N’Thetroublemakker. Uniknya, setiap band yang tampil wajib meng-cover dua buah lagu daerah yang diaransemen sesuai dengan genre band mereka.

Menurut penuturan Adit, vokalis band Pyong Pyong, selaku pencetus tema Save It or Lose It, acara ini diselenggarakan untuk memotivasi pemuda yang belum terjamah akan konsep seperti ini. “Kita sebagai generasi muda harusnya bangga akan kebudayaan kita dan turut ikut serta melestarikannya agar tidak di plagiatisme oleh Negara tetangga. Kita boleh terpengaruh oleh budaya barat, namun akan lebih baiknya jika kita mengaransemennya dengan memasukkan unsur budaya kita didalamnya. Seperti halnya flashmove yang lagi ngetrend saat ini, kita boleh menirukan konsepnya flashmove namun akan lebih baiknya jika flashmove dikemas dengan alunan musik tradisional. Sehingga musik-musik tradisional kita bisa go international. Menurut saya, go international nggak usah muluk-muluk, cukup lewat youtube juga sudah bisa dikatakan go International,” terang Adit disela membawakan lagunya di atas panggung.

Sentuhan  lighting yang senada dengan musik disertai tepuk tangan serta sorakan dari penonton membuat suasana semakin hangat walaupun hujan sedang mengguyur deras. Hampir semua penonton yang merupakan mahasiswa dari berbagai kampus di Semarang antusias mengikuti acara yang diselenggarakan secara gratis oleh Sahabat Kampus ini. Seperti yang diungkapkan oleh Tanya, mahasiswi Unika asal Ukraina yang juga penggemar musik rock klasik dan blues ini mengaku sangat interesting dengan acara seperti ini. (Meris/Manunggal)