Kurangi Pencemaran, Mahasiswa Undip Ciptakan Pembangkit Listrik dari Panas Sampah

(Dok. Istimewa)

(Dok. Istimewa)

Sampah merupakan salah satu masalah nasional yang tak kunjung terselesaikan. Berdasarkan data dari Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Semarang, dari 2009 hingga 2013 rata-rata jumlah sampah yang telah terangkut ke tempat pembuangan akhir (TPA) adalah sebanyak 98.949m3 setiap tahunnya. Sayangnya, masih banyak TPA di daerah Semarang yang tidak memiliki sistem pendaur ulangan sampah yang efektif.

Salah satu solusi untuk mengatasi permasalahan energi dan sampah tersebut adalah pemanfaatan pembakaran sampah sebagai sumber energi panas yang ramah lingkungan. Oleh karena itu, tim Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) dari Jurusan Teknik Elektro dan Fisika Undip, yakni Muhammad Alfin, Arif Muslih Jainudin, Aprilia Ayu Andariny, Salsabila Naqiyah, dan Bimo Bagaskoro menciptakan Pembangkit Listrik Portable Tenaga Panas Sampah menggunakan termoelektrik (Palapa Energi).

Palapa Energi memanfaatkan prinsip kerja dari termoelektrik yang dapat menghasilkan lisrik jika kedua ujung logam disatukan dan diberikan perbedaan suhu. Dengan menggunakan prinsip ini, Palapa Energi mampu mengkonversi panas dari pembakaran sampah menjadi energi listrik.

 “Keunggulan dari alat ini yaitu kemampuannya menghasilkan listrik yang dapat digunakan oleh penduduk desa untuk memenuhi kebutuhan listrik sehari-hari. Selain itu, alat ini juga dapat menjadi salah satu solusi dari permasalahan sampah yang tak kunjung usai, karena dapat mengurangi jumlah tumpukan sampah yang semikin menggunung di TPA,” jelas Alfin, Ketua Tim PKM Palapa Energi.

Tim berharap alat ini dapat menjadi solusi energi alternatif dan berkelanjutan, mengurangi masalah sampah rumah tangga, serta mampu menekan ketimpangan elektrifikasi antara daerah perkotaan dan pedesaan di Indonesia.

 

Salsabila Naqiyah
Mahasiswa Jurusan Fisika
Fakultas Sains dan Matematika