Kuota Bidikmisi Undip 2016 Turun

Bertepatan dengan penurunan kuota beasiswa Bidikmisi 2016, beberapa mahasiswa terlihat mencari informasi beasiswa di ruang bagian Kesejahteraan Mahasiswa, Jum'at (13/5) di Rektorat lama Undip Tembalang. (Norma/Manunggal)

Bertepatan dengan penurunan kuota beasiswa Bidikmisi 2016, beberapa mahasiswa terlihat mencari informasi beasiswa di ruang bagian Kesejahteraan Mahasiswa, Jum’at (13/5) di Rektorat lama Undip Tembalang. (Norma/Manunggal)

Penurunan kuota beasiswa Bantuan Pendidikan Miskin Berprestasi (Bidikmisi) ini berdasarkan surat edaran dari Kementrian Riset dan Teknologi Pendidikan Tinggi (Menristek Dikti) Nomor 101/B/B.3/III/2016 yang menyatakan kuota awal bidikmisi untuk Universitas Diponegoro sebanyak 670 mahasiswa dan apabila kuota tidak mencukupi dapat mengajukan tambahan kuota berdasarkan buku Pedoman Penyelenggaraan Bantuan Biaya Pendidikan Bidikmisi tahun 2016.

Wakil Rektor I Prof Muhammad Zainuri menjelaskan bahwa selain surat edaran dari Menristek Dikti, penurunan  kuota bidikmisi Undip juga dipengaruhi dari tingkat ketepatan waktu kelulusan mahasiswa bidikmisi itu sendiri. “Berapa mahasiswa angkatan 2011 yang belum lulus, karena kalau mereka lulus otomatis alokasi itu berpindah kepada adik kelasnya. Jika 2011 itu selesai maka berapa yang lulus inilah yang akan menjadi alokasi pindah ke 2016, ini kan sudah siklusnya lima tahun, bidikmisi itu programnya begitu,” ujar Prof Zainuri ketika ditemui tim Joglo Pos di ruangannya pada Rabu (4/5).

Di samping itu, menurut Rektor Undip Prof Yos Johan Utama penurunan kuota bidikmisi memengaruhi pemasukan universitas, karena akan menambah beban untuk menutupi biaya bagi mahasiswa kurang mampu yang masuk ke dalam golongan satu maupun golongan dua. “Kita sebenarnya rugi, karena jatahnya orang tidak mampu semakin sedikit, akibatnya dampaknya ke Undip, berarti kan defisitnya semakin tinggi, misal mereka kan 2,4 juta tiba-tiba masuk golongan jadi Rp500 ribu, kan jadi rugi,” ujar Prof Yos.

Pages 1 2 3