Konflik Tambang Rowosari diangkat dalam Pentas Besar

Pentas Besar oleh Teater Emka yang mengankat tema konflik tambang Rowosari, digelar di TBRS, Senin (15/12). (Haqqi/Manunggal)

Teater Emka mengangkat tema konflik tambang Rowosari dalam Pentas Besar bertajuk Tanah di TBRS, Senin (15/12). (Haqqi/Manunggal)

ManunggalCybernews—Tambang galian di Rowosari Semarang menjadi tema dalam Pentas Besar oleh Teater Emka di Taman Budaya Raden Saleh, Senin (15/12). Kisah dalam pertunjukan ini diangkat dari konflik di daerah yang lebih dikenal dengan lokasi wisata Brown Canyon itu.

Sejak awal 2015, Teater Emka telah melakukan proses riset untuk pembuatan naskah. Meski telah mengangkat tema serupa dalam Laboratorium Naskah dan Pentas Kampung, mereka melakukan riset lebih lanjut untuk untuk membahas konflik yang penyelesaiannya belum tuntas tersebut.

Pertunjukan bertajuk Tanah ini, berangkat dari kegelisahan warga sekitar daerah galian mengenai konflik di sana yang berimbas pada penutupan wisata Brown Canyon.

“Dari observasi teman-teman semua, kita menemukan banyak kegelisahan warga tentang adanya galian C di sana, dan akhirnya kita sepakat membuat naskah pementasan Tanah,” kata Imam Widimulya, sutradara Pentas Besar.

Menurut Imam, Rowosari dipilih sebagai tema dalam pementasan ini karena merupakan kelurahan yang lokasinya terdekat dengan kampus. Selain itu, desa binaan kampusnya ini juga menyandang status daerah kedua termiskin di Semarang. Fakta di lapangan menyatakan, kriminalitas yang kerap terjadi di sekitar Meteseh dan Segar Bencah dilakukan oleh warga yang menjadi pengangguran akibat penghentian kegiatan di tambang.

“Seperti kita ketahui daerah Meteseh, Segar Bencah dan sekitarnya banyak begal-begal yang domisilinya di sana. Dan tetangga mereka pun turut menutup-nutupi hal tersebut,” jelas Imam.

Pentas Besar ini merupakan rangkaian terakhir dari tiga pementasan Teater Emka. Dua pertunjukan sebelumnya adalah Laboratorium Naskah oleh para anggota baru dan Pentas Kampung yang digelar di Rowosari. Teater Emka turut mengundang tamu dari berbagai universitas, beberapa yang hadir antara lain UIN Walisongo, IKIP, dan Udinus. Pentas Besar juga akan ditampilkan di IAIN Purwokerto, pada Kamis (17/12). (Haqqi/Manunggal)