KKN Undip Tim II Desa Jatiroto Memberdayakan Kelompok Tani Melalui Pembuatan PGPR dan POC

(Dok. Istimewa)

Pati – Pestisida merupakan salah satu faktor penting yang mempengaruhi hasil pertanian yang diperoleh. Akan tetapi, banyak petani yang lebih memilih menggunakan pestisida kimia karena hasilnya cepat terlihat. Padahal apabila digunakan secara terus dapat merusak sifat fisik tanah. Berawal dari hal tersebut, Minggu (21/7) telah berlangsung pemberdayaan salah satu kelompok tani, yaitu Kelompok Tani (Poktan) Sitirejo II, Desa Jatiroto, Kecamatan Kayen, Kabupaten Pati melalui pembuatan Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) dan  pupuk organik cair (POC).

PGPR adalah bakteri perakaran yang dapat mempercepat pertumbuhan tanaman sebagai biostimulan dan bioprotektan. Bakteri perakaran yang dijadikan agen hayati diantaranya Pseudomonas fluoresences dan Bacillus polymixa. Pelatihan dilakukan di rumah Ketua Poktan Sitirejo II, Supat Eko Susanto yang dihadiri lima anggota poktan dan masyarakat sekitar lokasi pembuatan. Supat selaku Ketua Poktan mengatakan bahwa beberapa anggota telah mendapatkan pelatihan pembuatan POC berbahan dasar jerami padi, namun pembuatan POC yang berbahan dasar utama bonggol pisang belum pernah dilakukan.

Prinsip pembuatan PGPR dan POC adalah fermentasi. PGPR memanfaatkan bakteri koloni di perakaran tanaman, sedangkan POC menggunakan EM4 untuk membantu proses fermentasi. Langkah-langkah pembuatan PGPR diawali dengan pembuatan media yang dilakukan dengan merebus bekatul, tetes tebu, kapur sirih, dan terasi ke dalam air sumur. Cacah bonggol pisang guna pembuatan POC sembari menunggu media PGPR dingin. Cacahan tersebut dimasukkan ke dalam ember tertutup berisi air cucian beras, EM4, dan tetes tebu. Media pertumbuhan PGPR yang sudah dingin siap digunakan untuk pencampuran biang PGPR. Biang PGPR diambil dari akar bambu pada pohon bambu yang masih hidup dan belum ditebang. Akar bambu tersebut kemudian direndam selama 3 malam di dalam air. Fermentasi pada PGPR dan POC dilakukan kurang lebih dua minggu.

Pelatihan disambut cukup antusias oleh warga dan anggota poktan. Hal ini dikarenakan warga dan anggota poktan mendapat ilmu tentang PGPR yang notabenenya baru bagi pertanian di Desa Jatiroto. Pemeriksaan dilakukan secara berkala setiap satu minggu sekali oleh KKN Tim II UNDIP Desa Jatiroto sehingga diharapkan output dari pelatihan ini dapat membuat anggota poktan maupun warga mampu menyerap informasi yang telah diberikan.