Ketua SM Undip: Faktanya, Tiga Tahun Terakhir Hampir Aklamasi

291129

ManunggalCybernews—Akselerasi ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Undip menjadi salah satu usulan dalam menentukan poin-poin Pedoman Pokok Organisasi (PPO) dan telah disepakati dalam musyawarah mahasiswa (muswa) pada 2-3 April lalu. Poin tersebut dilatarbelakangi oleh kondisi mahasiswa semeter tujuh dan delapan yang terikat dengan faktor Uang Kuliah Tunggal (UKT), akademik, serta menjadi objek subsidi universitas karena telah melewati masa studi normal yakni delapan semester.

Saat diwawancarai pada Senin (3/10), Sigit Tirto Utomo, Ketua Senat Mahasiswa (SM) Undip mengatakan bahwa subsidi yang didapat oleh mahasiswa melebihi masa studi normal harusnya menjadi milik mahasiswa baru bidikmisi. “Fakta di lapangan yang menjabat sebagai ketua dan wakil ketua BEM Undip, ketua dan wakil ketua SM Undip di angkatan tahun ke-4 (angkatan 2013, red) tidak ada yang lulus normal,” lanjutnya.

Ketika ditanya mengenai akselerasi yang menutup peluang angkatan 2013 untuk mencalonkan diri sebagai Ketua dan Wakil Ketua BEM, Sigit menjelaskan bahwa beberapa tahun ini mahasiswa Undip telah melalui proses demokrasi yang hampir aklamasi dan kurang baik. Ketika angkatan 2013 maju, maka hasilnya akan tetap sama seperti sebelumnya.

“Kalau dibilang ini menutup peluang angkatan 2013, mari kita lihat dari sudut pandang berbeda dalam tahun terakhir ini. Faktanya tiga tahun masih sama saja siklusnya,” jelas Sigit.

Sigit mengatakan bahwa ketika diterapkannya BEM Undip untuk angkatan 2014, ini justru akan memperlebar peluang peserta Latihan Kepemimpinan Manajemen Mahasiswa (LKMM) Madya angkatan 2014 untuk mengabdi di tataran BEM dan SM di tingkat universitas.  Menurutnya, angkatan 2014 ini sangat banyak dan memiliki dasar yang bagus dari himpunan mahasiswa, kepala divisi (kadiv) BEM fakultas, dan kadiv BEM Undip.

“Melihat potensi yang mereka miliki, saya yakin kalau angkatan 2014 bisa ketika BEM Undip di-handle oleh mereka,” papar Sigit. (Jazaak/Manunggal)