Kesenian Jawa Undip Semarakkan Solo 24 Jam Menari

Noktah, tarian dari UKM Kesenian Jawa Undip ikut menyemarakkan malam dalam Solo 24 Jam Menari, Kamis (28/4) di Teater Kecil ISI Surakarta. (Nina/Manunggal)

Noktah, tarian dari UKM Kesenian Jawa Undip ikut menyemarakkan malam dalam Solo 24 Jam Menari, Kamis (28/4) di Teater Kecil ISI Surakarta. (Nina/Manunggal)

ManunggalCybernews—Di antara sekitar 250 kontingen yang hadir, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Kesenian Jawa Undip turut menjadi salah satu pengisi acara Solo 24 Jam Menari yang dilaksanakan Kamis-Jumat (28-29/4) di Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta. Pada kesempatan tersebut, UKM Kesenian Jawa menampilkan pertunjukkan tari kontemporer berjudul “Noktah” di Gedung Teater Kecil ISI, Kamis (29/4).

Tari Noktah dibawakan selama lima belas menit oleh enam orang penari. Menurut Astri Umi Wijayanti, koreografer sekaligus penari dari Kesenian Jawa Undip, tarian tersebut berisi penggambaran mengenai nafsu. “Awalnya ada empat penari yang digambarkan sebagai nafsu. Lalu, ada seseorang yang masih polos dan belum terpengaruh nafsu. Ketika orang tersebut masuk dan melewati nafsu itu, nafsu mulai menguasainya. Tetapi, muncul satu nafsu yang sangat kuat dan benar-benar menguasai sehingga membuatnya stres dan tersakiti,” paparnya.

Sigit Purnomo, Ketua UKM Kesenian Jawa menambahkan bahwa nafsu tersebut merupakan nafsu birahi. “Nafsu tersebut bisa berawal dari pergaulan yang kurang baik atau imajinasi. Jika tidak terkontrol dengan baik, maka hal tersebut bisa menyesatkan,” ujarnya.

UKM Kesenian Jawa Undip telah rutin mengikuti pagelaran Solo 24 Jam Menari sejak tahun 2009. Selain untuk merayakan Hari Tari Sedunia, keikutsertaan tersebut juga dianggap sebagai tolok ukur bagi UKM Kesenian Jawa.

“Kalau selalu di Semarang, kita enggak mengerti apakah kita sudah baik atau sudah mencapai standar mana. Kalau kita tampil di sini, ada pembanding. Kita jadi tahu ada banyak kontestan lain yang mungkin lebih baik dari Kesenian Jawa, sehingga hal itu menimbulkan semangat dan motivasi untuk terus berproses,” ujar Sigit. (Ayu/Manunggal)