Keringanan Uang Kuliah bagi Mahasiswa Berprestasi

Pembantu Rektor I Undip menjelaskan penurunan UKT bagi mahasiswa yang berprestasi di Stadion Utama Kampus Undip, Tembalang, Selasa (25/8). (Nina/Manunggal)

Pembantu Rektor I Undip menjelaskan penurunan UKT bagi mahasiswa yang berprestasi di Stadion Utama Kampus Undip, Tembalang, Selasa (25/8). (Nina/Manunggal)

 

ManunggalCybernews—Kekhawatiran kenaikan Uang Kuliah Tunggal (UKT) akibat berubahnya status Undip menjadi Perguruan Tinggi Negeri-Badan Hukum (PTN-BH) ditepis oleh Undip. Pasalnya, sejumlah persentase dari pendapatan hasil kerja sama yang diperoleh Undip, akan digunakan untuk bantuan biaya operasional. Bantuan ini akan diberikan kepada mahasiswa berprestasi untuk membayar UKT dan akan dievaluasi setiap semester.

“Rencananya, mahasiswa yang memiliki prestasi nasional (juara satu, dua, dan tiga) akan mendapat (keringanan) UKT untuk satu semester. Lalu, bila prestasi internasional, maka akan mendapat (keringanan) UKT dua semester,” kata Pembantu Rektor I Prof Muhammad Zainuri.

Program bantuan operasional ini ditetapkan mulai semester ini, sehingga mahasiswa berprestasi tidak perlu membayar UKT pada Januari nanti. Selain prestasi, Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) juga dipertimbangkan. Apabila IPK di atas tiga koma nol, maka Undip juga akan membantu mahasiswa tersebut untuk memperoleh beasiswa, baik bantuan operasional maupun beasiswa lainnya.

“Sekarang juga ada surat keterangan pendamping ijazah. Prestasi mereka akan dicantumkan dan di dalamnya ada tanda petik angka kredit. Semakin tinggi angka kredit, semakin berprestasi mahasiswa tersebut, maka itu menjadi pertimbangan untuk mendapat beasiswa,” ujar Prof Zainuri.

Prof Zainuri mengatakan, kuota penerima beasiswa di Undip sebanyak 50 persen. Namun, sewaktu-waktu beasiswa dapat dicabut apabila mahasiswa melakukan pelanggaran tertentu.

“Kalau prestasi tidak bagus, beasiswa diambil. Terutama untuk bidikmisi, karena beasiswa hanya sampai semester delapan. Jika saat itu belum lulus, maka bayar sendiri,” jelas Prof Zainuri.

Selain beasiswa, UKT golongan satu dan dua juga merupakan salah satu bentuk kompensasi dari Undip untuk meringankan UKT. Misalnya, apabila kepala keluarga pensiun, maka otomatis UKT turun ke golongan dua. Lalu, jika kepala keluarga meninggal, maka UKT turun ke golongan satu, dengan syarat mahasiswa yang bersangkutan mengajukan permohonan.

Meskipun banyak memberikan bantuan operasional, Undip tidak akan segan-segan memberikan sanksi pada mahasiswa yang berbohong demi mendapatkan keringanan UKT atau beasiswa. Sanksi terberatnya adalah dicabutnya status sebagai mahasiswa. (Ayu/Manunggal)