Kemendikbud Beri Bantuan Kuota 50 GB untuk Mahasiswa

Infografis pemberian bantuan kuota oleh Kemendikbud. (Sumber: Instagram Kemdikbud RI)

Warta Utama— Kebutuhan kuota selama masa pandemi tentu menjadi kebutuhan primer dalam mengakses semua media dan materi untuk Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Berdasarkan Rapat Kerja Mendikbud dengan Komisi X DPR RI di Jakarta pada Kamis (27/08), menghasilkan keputusan bahwa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menyiapkan anggaran sebesar Rp 7,2 triliun untuk keperluan subsidi kuota internet bagi Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

“Saya tidak akan berhenti di sini. Alhamdulillah janji saya pulsa tercapai. Tim Kemendikbud saya apresiasi, terutama Ibu Menkeu. Eselon 1 Kemenkeu yang telah bekerja keras mengamankan anggaran ini dari dana cadangan kita,” ucap Nadiem Makarim Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dilansir dari Kompas.com pada Kamis (27/08).

Subsidi kuota ini dibagikan bagi siswa sebanyak 35 GB, guru 42 GB dan mahasiswa dan dosen 50 GB tiap bulan pada tanggal 15 selama bulan September sampai Desember 2020. Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Jumeri memperpanjang tenggat pendaftaran nomor ponsel, dari semula 31 Agustus 2020 menjadi 11 September 2020.

Perguruan tinggi yang bisa mendapatkan kuota adalah perguruan tinggi negeri dan swasta di bawah naungan Kemendikbud yang mana validasi dari data nomor seluler dilakukan oleh pengelola PDDikti di masing-masing perguruan tinggi. “Mahasiswa dan dosen yang mendapat bantuan kuota adalah yang berstastus aktif yang terdaftar di PDDikti serta diajukan oleh Perguruan Tinggi, termasuk mahasiswa baru,” terang PDDikti pada infografis di laman akun Instagramnya.

Bagi mahasiswa Undip, langkah pendaftaran bantuan kuota adalah dengan memperbarui data informasi PDDikti pada laman Siap Undip maksimal sampai 9 September 2020. Penggantian nomor seluler dan e-mail akan dibantu sub-admin SSO fakultas masing-masing. Mahasiswa lama Undip sendiri sudah memulai Pembelajaran Jarak Jauh semester ganjil sejak tanggal 24 Agustus. Sedangkan mahasiswa baru akan memulai perkuliahan pada tanggal 14 September.

Perbedaan waktu memulai perkuliahan ini salah satunya disebabkan oleh pengumuman Ujian Mandiri Undip gelombang dua baru diumumkan pada 4 September 2020. Bantuan kuota ini, nantinya bisa langsung digunakan oleh mahasiswa untuk memulai perkuliahan.

Penulis: Fidya Azahro

Editor: Winda Nurghaida, Alfiansyah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *