Kedua Calon Siap Kawal Sekolah Vokasi

kawal pemira

 

ManunggalCybernews—Kedua pasang Calon Ketua dan Wakil Ketua BEM Undip 2016 melanjutkan agenda kampanye di Fakultas Pertanian dan Peternakan (FPP), Kamis (10/12). Mereka dihadapkan dengan pertanyaan tentang pembentukan sekolah vokasi sebagai pengganti D3 dan koperasi mahasiswa yang dipertanyakan keberadaannya.
Kampanye dimulai dengan pertanyaan dari Arkham Ketua BEM FPP 2015 sebagai panelis pertama, mengenai pengertian BEM Undip menurut masing-masing pasangan calon.
Menurut Calon Wakil Ketua nomor urut dua Luthfi Rahman, BEM Undip adalah wadah gerak mahasiswa yang masih peduli dengan sekitar. Pendapat yang berlainan, disampaikan oleh Calon Wakil Ketua nomor urut satu Eko Siswanto. Menurutnya, BEM Undip adalah jembatan untuk menyambungkan menara berbagai fakultas di Undip menuju satu tujuan.

Menanggapi keberlangsungan D3 yang segera dibentuk menjadi sekolah vokasi, kedua pasang calon menanggapi senada. Mereka menyatakan siap untuk mengawal keberlangsungan sekolah vokasi yang kemungkinan akan memiliki lembaga kemahasiswaan tersendiri, seperti BEM dan himpunan mahasiswa.

Perihal keberadaan koperasi mahasiswa di Undip pun ditanggapi seragam oleh kedua pasang calon. Mereka mengatakan adanya problematika sistematis yang berlangsung lama akibat utang. “Rektorat punya Pusat Inkubasi Bisnis Undip untuk teman-teman yang tertarik dengan entrepreneur akan diarahkan ke sana. Supaya bisa terwadahi dan terakomodasi,” kata Fawaz Syaefullah Calon Ketua nomor urut dua.

Eko Siswanto Calon Wakil Ketua nomor urut satu menyatakan hal serupa, “kita harus tanggung utang milyaran sampai lintas generasi. Undip sudah memberikan solusi, Pusat Inkubasi Bisnis Undip.” (Kalista/Manunggal)