Karnaval Seni Budaya, Wujudkan Kerukunan Umat Beragama

Pementasan sendratari “Rahwana Galau” oleh Sanggar Tari Saraswati dalam Karnaval Seni Budaya Lintas Agama dan Pawai Ogoh Ogoh di Balaikota Semarang, Minggu (25/3). (Veren/Manunggal)

ManunggalCynernews—Dinas Pariwisata Kota Semarang menyelenggarakan Karnaval Seni Budaya Lintas Agama dan Pawai Ogoh-Ogoh pada Minggu, (25/3), di Balaikota Semarang sebagai wujud kerukunan antarumat beragama.

Acara yang merupakan agenda tahunan ini mulai dilakukan sejak pukul 14.00 WIB dengan rute Titik Nol KM Semarang, menyusuri Jalan Pemuda, dan berakhir di Balaikota Semarang. Acara ini bertujuan untuk memperkuat persatuan dan kesatuan warga Kota Semarang khususnya dengan berbagai latar agama, adat, dan budaya. Selain itu, karnaval ini diadakan sebagai wujud usaha melestarikan dan memperkaya keanekaragaman budaya yang ada untuk menunjang pembangunan Kota Semarang.

Pawai ogoh-ogoh yang dilaksanakan bukanlah merupakan rangkaian hari raya Nyepi. Dinas Pariwisata Kota Semarang hanya mengambil momen hari raya Nyepi untuk menjalin kerja sama dengan komunitas seni yang ada di Kota Semarang.  “Ogoh-ogoh yang kita laksanakan ini adalah ogoh-ogoh yang sifatnya budaya. Jadi, enggak ada kaitannya dengan hari raya Nyepi,” ungkap Nengah Wirta Darmayana , ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kota Semarang. Fokus kegiatan ini adalah mempromosikan budaya yang ada di Kota Semarang, sehingga tidak ada rangkaian ritual pawai ogoh-ogoh pada umumnya.

Salah satu sasaran promosi budaya adalah objek wisata Kota Lama. “Jadi pemerintah daerah sudah banyak mengeluarkan uang untuk pembangunan Kota Lama. Kalau enggak diikuti dengan budaya-budaya seperti ini, nanti susah untuk kita promosikan keluar,” jelasnya.

Selain itu, kegiatan ini dapat menciptakan kreasi-kreasi baru dari para seniman kota Semarang,  “Ini memantik teman-teman pecinta seni kota semarang untuk menciptakan bentuk-bentuk kreasi seni baru, karna seni itu adalah buah karsa, rasa, karya,” tambahnya.

Acara ini tidak hanya diikuti oleh warga Bali yang berdomisili di Kota Semarang saja melainkan melibatkan warga Kota Semarang dari berbagai komponen. Berbagai komunitas seni Kota Semarang pun turut berpartisipasi dalam acara tersebut. Bahkan, turut hadir pula wisatawan dan komunitas dari berbagai kota lainnya, seperti kota Yogyakarta. “Seperti karang taruna Semarang ini bagian dari komunitas, juga ingin meramaikan karnaval ini,” ungkap I gede Ananta Wijaya Putra,  ketua karang taruna Kota Semarang.

Terlepas dari tujuan yang ada, kegiatan ini diharapkan mampu menjaga kerukunan warga menjelang pesta demokrasi yang sebentar lagi akan terlaksana. “Bagaimana kita melaksanakan pesta demokrasi dengan riang gembira.  Jangan sampai nanti gontok-gontokan,” pungkas Nengah. (Erlin/Manunggal)