Kantor Utusan Kepresidenan RI untuk MDGs Kunjungi Undip

ManunggalCybernews — Dalam kunjungan Kantor Utusan Kepresidenan Republik Indonesia untuk Millenium Development Goals (MDGs) ke Universitas Diponegoro (Undip), Anindita Sitepu, salah satu stafnya, memberikan penjelasan mengenai MDGs pada seminar yang diselenggarakan Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Edents Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Undip di Gedung C FEB, Kamis (8/5).

Dalam materinya, dia menjelaskan, MDGs merupakan komitmen internasional untuk mengentaskan kemiskinan melalui delapan tujuan yang terkandung di dalamnya. Komitmen, yang disepakati  189 negara ini, berlaku sejak tahun 2000 dan akan berakhir pada 2015.

Selanjutnya, Anindita memaparkan delapan tujuan MDGs, yakni menanggulangi kemiskinan dan kelaparan, mencapai pendidikan dasar untuk semua, mendorong kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan, menurunkan angka kematian bayi, meningkatkan kesehatan ibu, memerangi HIV/AIDS, malaria, dan penyakit menular lainnya, menjaga kelestarian lingkungan hidup, dan mengembangkan kemitraan global. “Setiap poin yang menjadi tujuan MDGs, memiliki keterkaitan satu sama lain. Keterkaitan inilah yang membentuk paradigma MDGs,” katanya menjelaskan.

Lebih lanjut, dia menerangkan, paradigma MDGs membuat setiap tujuannya menjadi berkesinambungan. Bermula dari kesehatan yang terpenuhi, pemerataan pendidikan dasar dapat dilaksanakan. Pendidikan tersebut akan membentuk kesadaran masyarakat terhadap kelestarian lingkungan hidup. Ketika semua aspek tersebut telah terpenuhi, maka kemitraan global akan terbentuk.

Terakhir, Anindita menuturkan, MDGs seharusnya tidak hanya menjadi agenda pemerintah, melainkan juga mahasiswa yang merupakan agen perubahan. Menurutnya, mahasiswa harus mampu melakukan aksi nyata untuk turut berkontribusi untuk mencapai tujuan MDGs. “Sudah bukan saatnya pemuda menjadi obyek pembangunan. Jadilah pelaku dan penentu pembangunan!” katanya menutup materi. (Kalista/Manunggal)