Kampung Seni Palebon Jadi Tempat yang Instagrammable

Pengunjung sedang berpose dengan latar belakang lukisan dinding di depan gapura Kampung Seni 29 Kelurahan Palebon, Pedurungan, Semarang. (17/3). (Hamid/Manunggal)

Pengunjung sedang berpose dengan latar belakang lukisan dinding di depan gapura Kampung Seni 29 Kelurahan Palebon, Pedurungan, Semarang. (17/3). (Hamid/Manunggal)

Bagi para pecinta swafoto, kini Semarang memiliki tempat yang instagrammable untuk dijadikan sebagai destinasi foto yaitu Kampung Seni Palebon. Lokasi kampung seni tersebut berada di Kelurahan Palebon, Kecamatan Pedurungan, tepatnya di Jalan Kalicari Tengah III.

Awalnya, Kampung Seni Palebon ini merupakan perkampungan biasa yang mana di dalamnya terdapat pondok seni yang digunakan warga untuk berkumpul melakukan kegiatan kesenian seperti karawitan, kerajinan tangan, dan pewayangan. “Sejarahnya pondok seni berdiri tahun 2010. Tahun 2011 mengikuti lomba pemberdayaan masyarakat tingkat kota, sampai nasional kita  mendapatkan juara. Dari situlah lahirnya Kampung Seni,” tutur salah satu pengurus Kampung Seni Palebon, Sukardi.

Untuk menuju ke Kampung Seni Palebon, pengunjung bisa menggunakan kendaraan pribadi. Jaraknya pun tidak terlalu jauh, yaitu sekitar 6 km atau 15 menit perjalanan dari Simpang Lima. Di sepanjang jalan kampung tersebut, pengunjung disuguhkan lukisan- lukisan dengan beragam corak dan warna yang terdapat di dinding – dinding rumah warga dan di badan jalan. Selain lukisan dinding, terdapat juga patung- patung  dengan berbagai bentuk unik berjejer rapi di sepanjang jalan.

“Memang setiap hari sudah banyak yang datang ke sini berkunjung, terutama yang berfoto di spot-spot ini sudah banyak sekali, hampir setiap Sabtu dan Minggu, sekitar 200 orang,” ujar Sukardi.

Saat ini, pengunjung tidak dipungut biaya apapun untuk dapat menikmati Kampung Seni Palebon. Namun kedepannya, tambah Sukardi, Kampung Seni Palebon akan dijadikan sebagai kampung wisata oleh Dinas Kebudayaan dan  Pariwisata Kota Semarang dengan menyediakan berbagai paket wisata. “Nanti akan dibuat paket wisata untuk anak-anak sekolah, bisa belajar gamelan, belajar membuat wayang, untuk belajar melukis kebetulan juga ada guru seni lukis, bisa juga membuat hasil karya,” jelas Sukardi. (Hamid/ Manunggal)