Jelang Pemira, Panlih Targetkan 15.000 Pemilih

ManunggalCybernews– Jelang pemilihan umum raya (Pemira), masih ada beberapa hal yang perlu diurus oleh Panita pemilihan (Panlih) Undip khususnya mengenai persiapan hari pemilihan. Meskipun demikian, tahun ini Panlih universitas menargetkan akan ada 15.000 mahasiswa Undip yang datang ke TPS untuk menyalurkan hak suaranya.

Muhammad Agil Ramadhan, ketua Panlih 2016 menjelaskan ada beberapa fakultas yang berencana menghitung surat suara BEM Undip di fakultasnya masing-masing, misalnya Fakultas Kedokteran dan Fakultas Psikologi yang akan menggunakan E-Vote. Sementara itu, fakultas lain akan dihitung di sekretariat Panlih di Undip Career Centre (UCC). Penghitungan akan dilakukan di dua tempat dengan alasan efisiensi waktu.

“Panlih universitas tidak bisa mewajibkan penghitungan di fakultas karena ada beberapa fakultas yang memiliki Penetapan Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang banyak contohnya FISIP, jadi penghitungan suara untuk calon ketua-wakil ketua BEM Undip dilakukan oleh Panlih universitas karena tidak mau memberatkan Panlih fakultas,” papar Agil pada Senin (7/11).

Dalam rangka mempersiapan hari pemilihan 10 November, Panlih fakultas melalui lingkar Panlih menyiapkan keperluan logistik. “Nantinya dari Panlih universitas akan datang ke TPS Fakultas.  Masing-masing TPS mendapat 2 kotak suara, bilik, paku, busa, dan tinta. Pencoblos akan mendapat dua surat suara untuk pemilihan BEM fakultas dan BEM universitas. Satu hari sebelum hari pemilihan, keperluan logistik bisa diambil oleh Panlih fakultas,” jelas Agil.

Selain fokus pada persiapan hari H, tahun ini Panlih juga mengurus data hasil laporan dana kampanye yang dikirimkan para pasangan calon (paslon). Kendati demikian, Panlih tidak mengecek kebenaran sumber dana.

“Kalau saat ini kita juga ada sumber dana yang dilarang seperti dari partai politik dan perusahaan minuman keras, kita nggak mengaudit sampai ke sana tapi apabila ada yang melapor silahkan lapor ke Banwas, kita hanya menerima laporan dari paslon,” pungkas Agil. (Clara/Manunggal)