Jamming Session Ala After Class

After Class menggelar Jamming Session di Student Center, Rabu (6/5). (Nina/Manunggal)

After Class menggelar Jamming Session di Student Center, Rabu (6/5). (Nina/Manunggal)

ManunggalCybernews—Berawal dari rencana long weekend, lima mahasiswa Universitas Diponegoro, Renzie (Hukum 2012), Dustin (Teknik Mesin 2013), Gafar (Teknik Mesin 2013), Bayu (Administrasi Publik 2014), dan Fadhil (Administrasi Publik 2014) berinisiatif untuk mengadakan acara musik bernama After Class.

Komunitas musik akustik yang lahir pada 22 Februari lalu ini, mengadaptasi konsep jamming session untuk diperkenalkan pada mahasiswa Undip. Dalam jamming session, setiap penonton yang hadir memiliki kesempatan untuk ikut bermain musik. Ada berbagai macam alat musik yang dipakai oleh After Class, yaitu gitar akustik, bass elektrik, contrabass, cajon, dan keyboard.

Menurut salah satu pendiri AfterClass, Renzie, selama ini atmosfer untuk bermusik hanya berkembang di lingkup fakultas. Dengan dibentuknya AfterClass, dia berharap atmosfer serupa dapat tumbuh di lingkup yang lebih luas, yakni di universitas.

Pada Rabu (6/5), AfterClass kembali tampil di Student Center (SC) setelah sempat mengadakan acara serupa beberapa minggu yang lalu. Penampilan mereka selanjutnya, akan diadakan di seluruh fakultas di Undip secara bergilir setiap minggu. Hari itu merupakan yang terakhir di SC sebelum mereka mendatangi fakultas-fakultas di Undip. Kegiatan ini tidak lepas dari keinginan mereka untuk memperkenalkan After Class pada tiap mahasiswa.

“Masih banyak yang berpikir kalau kita ini band. Padahal ini sebetulnya sebuah acara. Atau, bisa dibilang juga, kita ini EO untuk anak-anak yang suka musik,” kata Renzie menjelaskan.  (Ayu/Manunggal)