International Nurse Day, Aliansi Perawat Semarang Tuntut Peningkatan Mutu Keperawatan

Noval dari Unimus sedang melakukan orasi dalam peringatan International Nurse Day di Jalan Pemuda Semarang, Minggu (14/5). (Chami/Manunggal)

 

ManunggalCybernews–Dalam rangka memperingati Hari Perawat Internasional yang jatuh pada tanggal 12 Mei 2017, seluruh mahasiswa program studi Keperawatan dari Undip, Universitas Sultan Agung (Unissula), Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus), Poltekkes Kemenkes Semarang, Stikes Tlogorejo, Stikes Karya Husada, dan institusi pendidikan keperawatan lainnya yang berada di Semarang, bersatu mengadakan acara International Nurse Day (IND) di depan Balaikota Semarang, Minggu (14/5).

Acara IND tahun ini dimeriahkan dengan cek kesehatan gratis, longmarch, dan pembagian sekitar 700 bunga kepada warga dan para partisipan. “Acara ini mendapat respon yang baik dari masyarakat,” ujar Desta, Ketua Panitia IND saat ditemui seusai acara.

Kegiatan longmarch dimulai dengan berjalan dari Tugu Muda Semarang menelusuri Jalan Pemuda lalu berhenti di depan Balaikota Semarang untuk membacakan puisi, menyanyikan lagu-lagu perjuangan, dan melakukan orasi. Dalam orasi tersebut, Aliansi Perawat Semarang menuntut pemerintah untuk segera meluncurkan konsil keperawatan yang merupakan suatu lembaga untuk meningkatkan mutu praktik keperawatan, memberi perlindungan serta kepastian hukum kepada perawat dan masyarakat.

“Oleh karena itu kita harus memacu semangat PPNI (Persatuan Perawat Nasional Indonesia) khususnya PPNI Jawa Tengah agar mendorong pemerintah untuk segera meluncurkan konsil keperawatan,” ujar Noval dari Unimus sebagai koordinator lapangan orasi.

Lebih lanjut, Mahasiswa Stikes Tlogorejo, Dyah mengatakan keperawatan merupakan profesi kesehatan yang memerlukan perhatian lebih. “Untuk itu perlu adanya landasan hukum yang jelas sebagai standarisasi bagi profesi perawat untuk meningkatkan mutu pelayanan keperawatan,” jelas Dyah. (Chami/Manunggal)