Inovasi Wakasin dengan Tiga Varian Rasa

Salah satu tim PKM-K Wakasin, Ikan Asin Higienis Bermacam Rasa, sedang melakukan uji produk di Laboratorium FPIK. (Do. Pribadi)

Berawal dari program “Gemar Ikan”, Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan yang digagas pemerintah, serta belum optimalnya pengolahan ikan asin secara higienis, tim Program Kreativitas Mahasiswa Bidang Kewirausahaan (PKM-K)  yang terdiri dari tiga mahasiswa Undip tampil memunculkan ide untuk membuat inovasi pengolahan ikan asin yang higienis dengan pilihan berbagai macam rasa. Mereka adalah Fath Fadhillah Wardawiria, Fitri Tunjung Sari, dan Dewi Mentari Nadila dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK)

Tim yang diketuai oleh Fath ini mengusung tema “Wakasin, Ikan Asin Higienis Bermacam Rasa”. Wakasin berasal dari Bahasa Jawa yaitu  Iwak Asin yang berarti ikan asin. Untuk proses produksi Wakasin, Fath dan kawan-kawan melakukannya secara mandiri, sedangkan untuk menguji produk Wakasin, mereka menggunakan sarana dan prasarana yang sudah disediakan oleh fakultas, seperti Laboratorium.

Teknis produksi Wakasin sendiri tergolong mudah, yaitu dengan menggoreng ikan asin sampai renyah, didiamkan hingga minyaknya hilang, dan kemudian diberi bumbu perasa. “Untuk menambah nilai jual dari ikan asin, maka kami mengolahnya secara higienis  dan dibuat inovasi tiga varian rasa, yaitu rasa balado, rasa barbeque dan rasa original, dengan harapan konsumen tidak bosan dengan rasa ikan asin yang memang hanya memiliki rasa asin saja,” ungkap Fath.

Penjualan Wakasin sendiri dilakukan dengan dua cara yaitu online dan offline. Penjualan online dilakukan dengan memanfaatkan media sosial yang ada seperti instagram. Sedangkan untuk offline dilakukan dengan menjajakan produk kepada teman dekat dan masyarakat sekitar. Adapun Inovasi pengolahan ikan asin secara higienis serta pengenalan produk baru ikan asin dengan berbagai pilihan rasa, mengantarkan tim ini pada ajang Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas). Rencana selanjutnya setelah berlaga di ajang  Pimnas adalah mematenkan hak atas  merek yang telah dibuat serta memasarkan produk lebih luas. (Adi, Didah/Manunggal)