Infrastruktur Undip Menjamur, Bagaimana Nasib Pembangunan PSDKU?

Gedung Perkuliahan Kampus PSDKU Undip Demak. (Ilustrasi: LPM Manunggal)

Opini— Program Studi Diluar Kampus Utama (PSDKU) merupakan sistem perkuliahan yang dilaksanakan oleh suatu universitas berdasarkan UU Nomor 12 Tahun 2012 tentang perguruan tinggi, juga dilandasi dengan Permenristekdikti Nomor 1 Tahun 2017 terkait rancangan teknis dan taktis lebih detail. Menanggapi peraturan tersebut, rektor Universitas Diponegoro, Prof. Yos Johan menerbitkan Peraturan Rektor Nomor 15 tahun 2017 terkait sistem PSDKU yang akan dijalani oleh Undip. Selanjutnya, pada Penerimaan Mahasiswa Baru 2018 jalur masuk ujian mandiri, Undip mengumumkan pembukaan PSDKU yang berada di Kebupaten Batang, Pekalongan, Demak, dan Rembang dengan total tujuh program studi antara lain:

1. D3 Akuntansi di PSDKU Pekalongan
2. D3 Perencanaan Wilayah dan Kota di PSDKU Pekalongan
3. D3 Administrasi Pajak di PSDKU Batang
4. D3 Humas di PSDKU Batang
5. D3 Manajemen Perusahaan di PSDKU Rembang
6. D3 Akuntasi di PSDKU Demak
7. D4 Rekayasa Perancangan Mekanik di PSDKU Demak

Dengan dibukanya tujuh prodi di tersebut, tentu kita bertanya-tanya, untuk apa PSDKU di buat? Dengan segala keterbatasan fasilitas dan gedung yang belum siap?

Tujuan dibentuknya PSDKU dimuat oleh Permenristekdikti Nomor 1 Tahun 2017 salah satunya yang harus kita pahami yaitu “Meningkatkan mutu, dan relevansi penelitian ilmiah serta pengabdian kepada masyarakat untuk mendukung Pembangunan Nasional.” Tapi apakah sistem yang sekarang dibangun sudah sesuai dengan pemerataan pendidikan di daerah?

Pada tahun 2018 dan 2019 Kampus Undip di Demak masih memiliki status sebagai kampus PSDKU, meskipun pengelolaan dari birokrasi belum jelas, idealnya terdapat lembaga pengelola PSDKU setara dengan dekan, untuk memudahkan alur administrasi, tempat muaranya aspirasi, dan sebagai tempat mencari solusi untuk setiap permasalahan di sana.

Selanjutnya pada tahun 2020, Kampus Undip Demak sudah memiliki Susunan Organisasi Tata Kerja (SOTK) terpisah dengan PSDKU. Kampus Undip Demak dialihkan pengelolaanya kepada Dekanat SV, sedangkan PSDKU lainnya dipegang pengelolaanya bersama LP PSDKU. Keluarnya Kampus Undip Demak dari PSDKU berdasarkan Permenristekdikti Nomor 1 Tahun 2017 pasal 1 ayat 3, dengan diksi “Tentang Program Studi di Luar Kampus Utama perguruan tinggi yang selanjutnya disingkat PSDKU adalah program studi yang diselenggarakan di kabupaten/kota/kota administratif yang tidak berbatasan langsung dengan Kampus Utama.”

Bagaimana permasalahan PSDKU?

Permasalahan PSDKU sangat rumit, mulai dari organisasi kemahasiswaan yang tidak legal, kebijakan Uang Kuliah Tunggal (UKT) dan Sumbangan Pengembangan Institusi (SPI) yang dibayarkan tidak sesuai dengan fasilitas yang ada. Mulai dari permasalahan tenaga pendidik, sistem akademik, tidak adanya kepastian terkait kaderisasi, tidak adanya sistem pembagian dana riset, organisasi, dana reward yang jelas bahkan ada mahasiswa yang datanya tidak terdapat di database Forlap Dikti.

Tetapi, muara dari segala permasalahan tersebut ialah tidak adanya gedung kuliah tetap, sehingga setiap kebijakan yang diputuskan untuk kawan-kawan PSDKU bukan kebijakan jangka panjang, tetapi hanya sedikit pemenuhan solusi dari banyaknya permasalahan yang ada di PSDKU.

Jadi, bagaimana pembangunan di PSDKU?

Pembangunan PSDKU Undip Rembang

(Foto: BEM Undip)

PSDKU Undip Rembang merupakan kampus pertama yang sudah menyelesaikan pembangunan gedung kuliah tetap yang terdiri dari sembilan ruangan. Gedung tersebut telah diresmikan pada Februari 2020, dengan pagu anggaran sebesar 9 miliar rupiah. Namun masalahnya, gedung tersebut tidak bisa langsung dipakai, dikarenakan aliran listrik belum tersedia di daerah tersebut, sehingga estimasi tercepat gedung tersebut dapat dipakai adalah pada pertengahan Agustus 2020.

Pembangunan PSDKU Undip Batang

(Foto: BEM Undip)

Sebelum menempati gedung kuliah tetap, proses pelaksanaan kuliah di Kampus PSKDU Batang masih menumpang di gedung milik Dinas Pertanian, atas hasil kerjasama Undip dengan Pemkab Batang. Terkait progres pembangunan gedung kuliah, masih dalam tahap penyusunan desain gedung, dengan pagu anggaran sebesar 255 juta rupiah. Sebelumnya telah ditetapkan pemenang lelang desain gedung pada 27 Januari 2020, dan kontrak telah ditandatangani pada 6 Februari 2020.

Pembangunan PSDKU Undip Pekalongan

(Foto: BEM Undip)

Kegiatan perkuliahan Kampus PSDKU Pekalongan awalnya menempati Gedung AKN atau Gedung PGRI. Selanjutnya perkuliahan mereka berpindah ke Gedung Inspektorat Daerah. Adapun progres pembangunan gedung kuliah tetap di Kampus PSDKU Pekalongan sebagai berikut:
• 13 Mei 2020: selesai pelelangan pembangunan gedung
• 21 Mei 2020: penandatangan kontrak pembangunan gedung
Pembangunan gedung kuliah tetap Kampus PSDKU Pekalongan, diestimasikan akan selesai pada Desember 2020. Berdasarkan informasi yang didapat, gedung tersebut terdapat minimal empat ruangan, dengan nilai pagu anggaran sebesar 5 miliar rupiah.

Pembangunan Kampus PSDKU Demak

(Foto: BEM Undip)

Untuk sementara gedung perkuliahan di Kampus PSDKU Demak masih memakai gedung AKN Demak. Padahal, PSDKU Demak sudah hampir memiliki tiga angkatan, sementara gedung kuliah tetap belum mendapat kepastian.

Jika kita bisa mengkritisi hal tersebut, seharusnya pada tahun 2018 Kampus Undip Demak dinyatakan statusnya sebagai PSDKU, idealnya Pemerintah Daerah bersama Undip melakukan sebuah kerjasama dalam bentuk MoU dengan tujuan untuk menjamin fasilitas pendidikan di Demak agar dapat terpenuhi. Polemik yang terjadi hingga saat ini adalah tidak adanya transparansi terkait MoU tersebut, dan juga kepastian terkait pembangunan gedung kuliah tetap di Kampus Demak. Padahal SPI yang dibayarkan untuk kawan-kawan D4 Rekayasa Perancangan Mekanik (RPM) hampir mencapai 20 juta rupiah dan SPI D3 Akuntasi berkisar di angka 5 juta rupiah dengan UKT rata-rata 4,5 juta rupiah.

Akhir kata, mahasiswa Kampus PSDKU Demak dan Kampus Undip Peleburan merupakan bagian dari mahasiswa Undip. Maka dari itu mari bersama rasakan keresahan ini, jangan sampai kenyamanan pendidikan yang kalian dapatkan menjadi alat untuk melemahkan perjuangan.

Sumber:

Catatan Isu Internal Harmonisasi Kampus BEM UNDIP 2020
UU Nomor 12 Tahun 2012
Permenristekdikti Nomor 1 Tahun 2017
Peraturan Rektor Nomor 15 Tahun 2017
http://lpse.undip.ac.id/eproc/lelang/view/4537029
http://lpse.undip.ac.id/eproc/lelang/view/4563029

Penulis: Muhammad Abdul Muqsith (Fakultas Sains dan Matematika – Kontributor)
Editor: Winda N, Alfiansyah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *