Imperfect, Cantik pun Bukan Segalanya

Poster Film Imperfect (sumber : klikstarvision.com)

Film – Film ini menceritakan tentang seorang perempuan yang terlahir di sebuah keluarga dimana keluarga tersebut terdapat dua kakak beradik. Secara fisik sang kakak memiliki masalah pada berat badannya, sehingga miliki kesan kurang menarik. Berbeda dengan adiknya yang ditampilkan sebagai kebalikan dari sang kakak. Seringkali ibu mereka memperlakukan sang kakak dengan cara yang tak enak, untuk mulai memperhatikan berat badan melalui diet dan olahraga. Berbeda dengan sang ayah yang justru menerima sang kakak apa adanya, bahkan mendukung anak sulungnya itu makan yang banyak.

Sang kakak ini adalah Rara, adiknya bernama Lulu. Rara memiliki seorang pacar yang tampan bernama Dika. Dika adalah seorang fotografer dan tinggal di daerah perkampungan ramai di Jakarta. Rara sering menemani Dika untuk bekerja, dan Dika juga kerap menemani Rara mengajar di sebuah sekolah non-profit untuk anak-anak tidak mampu, sebagai guru dan fotografer tentunya.

Lulu sendiri adalah seorang perempuan yang langsing dan cantik, selain itu dia juga punya seorang pacar, George namanya, seorang artis ternama. Ketenaran George juga membuat nama Lulu melambung, sehingga banyak produk yang ingin menggunakan jasanya dalam bentuk endorsement.

Ibu Dika memiliki usaha indekos yang di dalamnya dihuni oleh empat perempuan yang memiliki karakteristik masing-masing. Mereka adalah Maria, Neti, Prita dan Endah. Neti adalah yang paling dekat dengan ibunya Dika karena pandai memijit dan cakap dalam berbicara.

Masalah mulai timbul saat Rara dipanggil menghadap bos perusahaan, yaitu anak muda yang diberi wewenang untuk memimpin perusahaan keluarga. Sang Bos itu mengatakan kalau secara otak, Rara adalah yang terbaik memimpin sebagai manajer, namun secara fisik Marsha lebih menarik. Andai saja mereka berdua bisa digabung. Otak dari Rara dan fisik dari Marsha. Hal ini jelas melukai hati Rara meski dia selalu memiliki Dika yang menerimanya apa adanya. Oleh ibunya, Rara diberitahu bahwa inilah alasan mengapa dia memperlakukan Rara seperti itu selama ini, agar dia bisa mendapat penghargaan yang lebih baik dari orang-orang. Rara mulai merasa bahwa dia diperlakukan berbeda, dipandang tidak menarik, diperlakukan diskirminatif, baik di perusahaan maupun di keluarga karena tubuhnya yang tidak langsing.

Rara mendapat motivasi dan memulai diet. Dari yang biasanya makan nasi yang banyak, coklat dan tiduran, kini mulai berganti menjadi jus buah, tidak makan coklat dan berolahrarga serta belajar memakai make-up.

Saat Rara berhasil menjadi langsing dan cantik, kini dia perlahan menjadi berubah dikarenakan kesibukannya. Ketika Rara sudah memiliki fisik yang menawan, masalah baru justu datang dan mulai membesar, seperti kehilangan obrolan hangat dengan Dika disaat bersama karena kesibukan pekerjaan, kehilangan teman akrab di kantornya yang kini mulai jaga jarak karena Rara kini bergabung dengan geng cantik, hingga telat datang ke pesta kejutan ulang tahunnya di sekolah swasta tempat dia mengajar.

Konflik pun pecah diantara Rara dengan Lulu, sang adik, dan juga Dika. Ditengah pertengkaran yang dan pucak konflik tersebut Sang Ibu yang kerapkali mengeluhkan fisik Rara justru hadir menjadi mediator. Ia menceritakan alasan dibalik sikap kerasnya terhadap Rara, khusunya mengenai fisiknya. Dengan demikian keadaan mulai membaik kembali.

Secara keseluruhan film ini adalah film yang cukup ringan dan sangat menggambarkan kehidupan sehari-hari. Humor yang menjadi senjata utama di film ini juga sangat tepat dalam hal penempatan serta durasi sehingga film ini tetap mengusung kekeluargaan tanpa diikuti oleh image kaku dan serius.

Meskipun ringan, bukan berati Imperfect adalah film cinta-cintaan murahan. Mengangkat isu diskriminatif dan body shaming menjadi kekuatan film ini. Penonton seakan mendapat nasihat bahwasannya perlu adanya rasa percaya diri dan bangga dengan fisik yang kita miliki. Hal ini juga menjadi kritik terhadap budaya masyarakat kita cenderung masih mementingkan fisik, khususnya dalam ranah pekerjaan.

My personal rating is 8,5/10.

Penulis: Maruhum Simbolon (Mahasiswa Agribisnis 2016)
Editor: Alfiansyah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *