Hydrogarden, Bertani Tak Selalu Ribet

(Dok.Istimewa)

Peluang bisnis sayuran di Indonesia sangat bagus, hal ini terlihat dari kenaikan kebutuhan sayuran, akan tetapi tidak diimbangi oleh minat anak muda terhadap pertanian, karena dianggap kuno, ribet, dan kotor. Selain itu sayuran sehat dan bebas dari residu sangatlah penting, oleh sebab itu, masyarakat hendaknya mulai sadar untuk memilih produk sayuran yang sehat sebagai bahan konsumsi sehari-hari, agar dampak kontaminan pertanian terhadap kesehatan dapat ditekan. Kebutuhan makanan yang sehat tersebut harus dipenuhi dengan cukup.

Melalui program yang diusung oleh Kementrian Ristek Dikti berupa Program Kreatifitas Mahasiswa (PKM) para mahasiswa UNDIP yang diketuai Isnaeni Nurrahmawati ini, membuat gebrakan bahwa bertani tak selalu ribet, kuno, dan kotor. Melalui karyanya berupa Hydrogarden yang mengusung pertanian modern,yakni hidroponik dengan inovasi teknologi autohidroponik membuat bertani lebih bersih, modern, dan efisien. Terbukti dengan bermodalkan lahan 15 m x 10 m, Isnaeni dkk mampu membuat 1400 titik tanam sayuran, ini jauh lebih efektif dibandingkan dengan pertanian konvensional. Ditambah lagi dengan adanya teknologi autohidroponik dimana suhu dan nutrisi dapat dikontrol secara otomatis, ini yang membuat harga sayur hidroponik ini lebih murah, selain itu juga sayur yang diproduksi bebas dari residu bahan kimia dan logam berat, jadi keamanan dan kualitas sayur, tidak diragukan lagi.

Selain melakukan penjualan sayur, mulai dikembangkan pula produk berupa buket sayur yang lebih unik dan inovatif, karena buket-buket pada umumnya adalah buket bunga dan snack, ini merupakan suatu peluang pasar yang cukup bagus dan harus terus dikembangkan. Dengan adanya produk ini semoga dapat menjadi salah satu sarana untuk menyehatkan seluruh masyarakat Indonesia melalui konsumsi sayur yang aman dan sehat.

 

Isnaeni Nurrahmawati

Peserta Tim PKMK Undip 2018