Hockey, Jaket Pengatur Suhu Kreasi Mahasiswa

Tim PKM-KC Hockey, Jaket Pengatur Suhu. (Dok. Pribadi)

Tim PKM-KC Hockey, Jaket Pengatur Suhu. (Dok. Pribadi)

Hockey (Hot and Cool Jacket with Kinetic Energy) adalah inovasi jaket pengatur suhu karya mahasiswa D3 Teknik Elektro Undip. Beranggotakan lima orang yang terdiri dari Ravitullah Novan Putra (Ketua), Adelia Titis Nugrahani, Fuad Anshari, Erma Yunita, dan Rizky Fajar Maulana, inovasi yang termasuk dalam Program Kreativitas Mahasiswa Karsa Cipta (PKM-KC) ini berhasil lolos dan akan maju ke Pimnas 28 pada 4-8 Oktober mendatang.

Hockey mengambil konsep pengatur suhu dengan memanfaatkan energi kinetis gerak tubuh sebagai sumber energi utama. Ketika tubuh bergerak, induksi elektromagnetik yang diletakkan di bagian lengan jaket akan mengubah energi kinetis gerak tubuh menjadi energi listrik. Energi listrik ini, kemudian akan bekerja pada perangkat elektronik mini pengubah suhu, peltier (thermoelectric cooler) yang akan memancarkan panas maupun dingin. Sebagai penyempurna, Ravi menggunakan aplikasi thermostat android yang bisa di-install dengan mudah. Aplikasi ini memungkinkan pengguna mengatur jaket dalam mode panas atau mode dingin sesuai kebutuhan.

Selain dapat mengatur suhu, Hockey memiliki keunggulan dari segi bahan dan pengisian daya. Bahan utama Hockey adalah jaket model zipper yang kedap air. Dari segi pengisian daya, Hockey bisa di-charge di mana saja dan kapan saja karena sumber energinya adalah gerak kinetis tubuh. “Selama tangan kita gerakkan saat sedang berjalan, maka otomatis baterai akan terisi,” terang Ravi.

Selama pengerjaan Hockey, Ravi dan tim mengalami kendala dalam hal pemrograman. “Kami semua dari D3 Teknik Elektro, kurang memahami pemrograman. Sehingga saya harus meminta bantuan kenalan saya untuk pemrograman Hockey,” kata Ravi. Tidak hanya itu, pembuatan Hockey memakan biaya yang cukup banyak karena perangkat-perangkat yang digunakan tergolong mahal. Ravi dan tim berharap dapat menemukan alternatif perangkat yang lebih murah untuk membuat Hockey. Meskipun begitu, Hockey merupakan inovasi yang harus diapresiasi oleh seluruh masyarakat Indonesia dan Undip khususnya.

Mengenai iklim penelitian di Undip, Ravi berharap agar iklim penelitian lebih digiatkan. “Mahasiswa Undip lebih giat ikut lomba Karya Tulis Ilmiah, atau kontes-kontes robot. Dan kalau bisa proposal PKM yang belum lolos dapat direalisasikan di luar kegiatan PKM,” katanya mengakhiri perbincangan dengan wartawan LPM Manunggal. (Anissa, Rachmat/Manunggal)