HMTP Gelar Seminar Nasional Dipocition

Andy Hermawan (kiri) tampil sebagai moderator bersama Sigit Krida Hariono (tengah) dan Sulistiyono (kanan) yang hadir sebagai pembicara dalam Seminar Nasional Diponegoro City Action (Dipocition) di Gedung LPPU Undip, Rabu (12/11). (Kalista/Manunggal)


 

ManunggalCybernews – Himpunan Mahasiswa Teknik Planologi Universitas Diponegoro (HMTP Undip) mengelar Seminar Nasional Diponegoro City Action (Dipocition) di Gedung LPPU Undip, Rabu (12/11).

Dalam sambutannya, ketua panitia, Andhiko Pratama berharap, tema Climate Change and Urban Resilience yang diusung acara ini dapat memberi edukasi serta motivasi bagi semua pihak untuk melakukan langkah mitigasi dan tidak mengintervensi alam agar perubahan iklim dapat terhindari.

“Salah satu pengaruh dari perubahan iklim adalah terjadinya bencana alam. Oleh sebab itu, pemerintah, akademisi, masyarakat harus ikut membangun dan berkontribusi untuk menciptakan ketahanan tata ruang,” ujarnya.

Sigit Krida Hariono (Kepala Bidang Penataan dan Ruang Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang) dan Sulistiyono (Ketua Ikatan Ahli Perenjana Jawa Tengah) hadir sebagai pembicara pada sesi pemaparan materi pertama. Pada sesi ini, Andy Hermawan tampil sebagai moderator.

Sigit mengatakan, perubahan iklim terjadi akibat kegiatan dan aktivitas manusia yang terlalu banyak mengonsumsi bahan bakar fosil. Selain itu, menurutnya, gaya hidup manusia terlalu tergantung pada sumber daya alam serta efek dari rumah kaca juga turut memengaruhi perubahan iklim.

“Perwujudan dari mitigasi bencana salahsatunya adalah dengan membuat taman hijau di dalam kota. Tugas kita adalah memanfaatkan dan merawat taman tersebut dengan bijak,” ujarnya.

Usai kedua pembicara menjelaskan materinya, acara dilanjutkan dengan penampilan Tari Saman oleh Saman Planologi. Setelah itu, Yolak Delimunthe (Direktur Perbaikan Darurat PNPB) tampil sebagai pembicara ditemani Yaser Wahyudi yang hadir sebagai moderator. Setelah Yolak memaparkan materi, acara ditutup dengan penampilan perkusi dari Planologi Percussion.

Salah satu peserta seminar, Marta Pratama mengatakan, isu yang dibahas pada acara ini adalah peristiwa alam yang ada di sekitar kita sehingga penting untuk diketahui.

“Semoga acara ini bisa menyadarkan kita pentingnya menjagaalam supaya menghindarkan kita dari dampak iklim dan bencana alam,” ujarnya. (Nuzul/Manunggal)