Himpunan Mahasiswa Elektro Membekukan Diri

Sikap membekukan diri diambil oleh Himpunan Mahasiswa Elektro (HME) Fakultas Teknik (FT) Universitas Diponegoro sebagai bentuk kekecewaannya terhadap pihak birokrasi departemen elektro.

Hal tersebut dibenarkan oleh Ketua HME Muhammad Alvin Ridho dan Wakil Ketua HME Muhammad Zakariya saat ditemui tim Joglo Pos di depan sekretariat HME pada Rabu (23/11). “Ini adalah sikap kita membekukan diri, bukan dibekukan, karena banyak informasi-informasi di luar kalau kita dibekukan,” tegas Alvin.

Alvin menjelaskan permasalahan terjadi berawal pada tahun 2015 yang kemudian berlarut hingga dibatasinya mahasiswa elektro dalam penyambutan wisudawan serta puncaknya menjelang kegiatan Latihan Kepemimpinan Manajemen Mahasiswa Pra Dasar (LKMM-PD). “DPM (Dosen Pembimbing Mahasiswa) harusnya pro dengan mahasiswa, tapi yang dirasakan dari tahun lalu justru mahasiswa sama dosen ada jarak banget, banyak pertentangan, banyak masalah antara DPM dengan HME tahun lalu,” ungkapnya.

“Banyaknya statement yang bilang ‘Ya udah kalau begitu enggak usah ada himpunan sekalian.’ Saya sudah mendengar sampai tiga kali, yang pertama saat mengajukan draft kader karena memang belum rinci, kedua saat wisuda, ketiga waktu kita ngajuin perizinan LKMM-PD,” tambah Alvin.

Di samping itu, Sekretaris Program Studi (Sekprodi) Elektro, Munawar menuturkan bahwa permasalahan bermula dari adanya orang tua mahasiswa yang komplain terhadap rangkaian kegiatan LKMM-PD. “’Anak saya perempuan kok pulangnya malam-malam terus sampai jam 12, ini acaranya apa tho, gimana’ gitu,” jelas Munawar.

Pages 1 2